nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Terlena, Perang Dagang AS-China Ancaman Nyata di Pasar Modal

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 11:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 12 278 2090777 jangan-terlena-perang-dagang-as-china-ancaman-nyata-di-pasar-modal-miuyOTnQfo.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, eskalasi perang dagang yang masih berlanjut antara Amerika Serikat dan China perlu diantisipasi oleh pasar modal Indonesia. Meski, menurutnya kinerja pasar modal saat ini menunjukkan hal yang positif.

 Baca Juga: Panasnya Perang Dagang, Menkeu: Indonesia Butuh Kemandirian Ekonomi

Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 1,41% (year to date/ytd) pada pekan kemarin, serta rata-rata imbal hasil (yield) SBN masih mengalami penurunan 69 basis poin (bps).

"Namun jangan terlena karena kondisi perekonomian global diperkirakan belum membaik, tensi trade war antara Amerika dan Tiongkok diperkirakan masih berlanjut dan bahkan sudah mengarah ke currency war," ujarnya dalam acara Memperingati Hari Ulang Tahun Pasar Modal ke-42 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (12/8/2019).

 Baca Juga: Goldman Sachs Sebut Perang Dagang AS-China Menuju Resesi

Dia menjelaskan, kondisi perang dagang membuat terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global, Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan menurunkan proyeksinya dari 3,3% menjadi 3,2% dalam laporannya di Juli 2019. Selain itu, juga memberikan tekanan pada perdagangan internasional.

Hal tersebut membuat sejumlah bank sentral di berbagai negara merespons dengan pelonggaran kebijakan moneter guna mendorong perekonomian. Seperti yang dilakukan India dengan menurunkan suku bunga 35 bps dan Bank Indonesia (BI) yang memangkas 25 bps.

"Hal ini mengindikasikan tantangan dari perlambatan ekonomi global ini masih akan mewarnai perkembangan ekonomi domestik dan juga tentunya kinerja pasar modal kita ke depan. Untuk itu, kita semua harus merespons dinamika ini dengan cepat dan tepat," ungkapnya.

 Perang Dagang AS-China

Oleh sebab itu, menurutnya, upaya pendalaman pasar modal menjadi sangat penting, baik dari sisi supply, demand maupun penyempurnaan infrastruktur. Dari sisi suplay yakni meningkatkan variabilitas instrument dan basis jumlah emiten.

Kemudian dari sisi demand yakni mendorong jumlah investor pasar modal dan perkembangan investor institusi. Serta dari sisi infrastruktur pasar modal dengan mengadopsi teknologi yang lebih reliable, mudah, cepat, dan transparan.

"Upaya-upaya tersebut tentu harus dilengkapi sinergi yang baik dengan berbagai pihak, dan penguatan fundamental emiten melalui penerapan manajemen risiko dan juga tata kelola yang baik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini