nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BRI Akui Laba Bersih Tertahan karena Akuisisi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 16:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 278 2091868 bri-akui-laba-bersih-tertahan-karena-akuisisi-7vg3BNGk3T.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,19% pada semester I-2019, melambat dari semester I-2018 yang mampu tumbuh sebesar 11%.

Meski secara nominal, BRI mampu mengantongi laba bersih Rp16,16 triliun, lebih besar dari semester I-2018 yang sebesar Rp14,9 triliun.

Direktur Utama BRI Suprajarto menyatakan, tertahannya pertumbuhan laba bersih konsolidasi dikarenakan perseroan menanggung beban kinerja dari anak usahanya yang baru saja diakuisisi yakni PT Danareksa Sekuritas.

 Baca Juga: BRI Perbaiki Kinerja Anak Usaha

BRI memang telah mengakuisisi Danareksa Sekuritas pada akhir 2018 lalu. Kini 67% saham telah dimiliki BRI dengan nilai akuisisi sebesar Rp447 miliar.

"Ini memang karena terbeban anak perusahaan. Ada anak usaha yang baru kami akuisisi dan banyak masalah di sana, tapi itu sudah dalam perhitungan valuasi saat kita ambil," ujar dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

 Baca Juga: BRI Raup Laba Bersih Rp16,1 Triliun di Semester I-2019

Oleh sebab itu, pihaknya tengah melakukan pembenahan di tubuh Danareksa Sekuritas yang diyakini rampung pada tahun ini. Sehingga di harapkan pada akhir tahun, anak usaha itu bisa memberikan kontribusi kinerja positif.

"Kami yakin ini ada nilai asetnya, sehingga dilakukan upaya pembenahan," katanya.

Selain Danareksa Sekuritas, kinerja keuangan juga terbeban karena dua anak usaha lainnya yakni BRI Syariah dan BRI Agro dalam hal kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). NPL gross BRI meningkat menjadi 2,51% dibandingkan dengan posisi semester I-2018 yang sebesar 2,41%.

"Jadi kami bersihkan semua. Saya tidak mau ada yang disembunyikan lagi NPL-nya. Akhir tahun ini selesai, kami sudah lakukan simulasi," ujarnya.

Suprajarto meyakini dengan pembenahan yang dilakukan, para anak usaha tersebut akan memberikan kontribusi. Bahkan ditargetkan laba bersih mampu tumbuh double digit di akhir tahun, bersamaan dengan NPL yang turun mendekati level 2%.

"Kami sedang bersih-bersihkan, biar tidak ada beban lagi tahun depan. Saya yakin akhir tahun bisa berkontribusi bertumbuh cukup baik untuk induk secara konsolidasi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini