nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Meroket Usai Tarif Impor China Ditunda

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 09:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 320 2091652 harga-minyak-dunia-meroket-usai-tarif-impor-china-ditunda-lTEiDlFLLa.jpg Minyak Mentah (Reuters)

NEW YORK - Harga minyak global mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan penundaan pemberlakuan tarif 10% untuk produk-produk China oleh AS.

Melansir Reuters, New York, Rabu (14/8/2019) Futures Brent LCOc1 naik USD2,73 atau 4,7% menjadi USD61,30 per barel. Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik USD2,17 atau 4%, menjadi USD57,10.

 Baca juga: Arab Saudi dan Kuwait Pangkas Pasokan Global, Harga Minyak Naik

Kenaikan tersebut merupakan kenaikan persentase harian terbesar untuk Brent sejak Desember ketika kontrak naik 7,9%.

Pasca-penyelesaian pencatatan data American Petroleum Institute (API) dikeluarkan, AS secara tidak terduga menunjukkan kenaikan stok minyak mentah. API juga mengatakan bahwa Persediaan minyak mentah naik 3,7 juta barel menjadi 443 juta, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 2,8 juta barel.

 Baca juga: Pasokan Eropa Menurun, Harga Minyak Dunia Naik

Walaupun Brent sempat jatuh ke level terendah pada Januari kini Brent telah naik 9% dan WTI 12%. hal ini membuat WTI mendapat keuntungan yang lebih besar selama empat hari terakhir.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa pejabat perdagangan AS dan China berbicara di telepon dan setuju untuk berbicara lagi dalam waktu dua minggu. Brent futures masih diperdagangkan sekitar 20% di bawah tertinggi 2019 yang mereka tekan pada bulan April.

 Baca juga: Yuan Bikin Harga Minyak Melompat 2%

"Kemungkinan bahwa Amerika Serikat dan China dapat mencapai pembicaraan perdagangan di jalurnya ... meningkatkan harapan bahwa mereka mungkin benar-benar mendapatkan beberapa jenis kesepakatan," ujar Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

Rencana untuk mempertahankan ekspor minyak mentah dibawah 7 juta barel per hari (bph) pada Agustus dan September yang dilakukan oleh pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membantu mengeringkan persediaan minyak global. OPEC+ juga telah sepakat untuk memotong 1,2 juta barel per hari produksi sejak 1 januari.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini