nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Bangkit Ditopang Penjualan Ritel, Abaikan Isu Resesi

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 21:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 15 278 2092465 wall-street-bangkit-ditopang-penjualan-ritel-abaikan-isu-resesi-3l8N8SIhyZ.jpg Bursa saham Wall Street (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat dalam perdagangan Kamis waktu setempat. Menguatnya data penjualan ritel selama Juli membuat kekhawatiran perlambatan ekonomi mereda. Di mana sebelumnya sinyal resesi menguat.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok, Kejatuhan Dow Jones Terbesar di 2019

Dow Jones Industrial Average naik 34,83 poin, atau 0,14%, pada pembukaan menjadi 25.514,25. S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 5,60 poin, atau 0,20%, pada 2,846.20. Nasdaq Composite naik 16,26 poin, atau 0,21%, menjadi 7.790,20 pada bel pembukaan.

Pasar saham mendapat sentimen positif setelah Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel naik 0,7% selama Juli, atau jauh lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 0,3%. Hal tersebut karena konsumen membeli berbagai barang bahkan ketika mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor.

wall street

"Angka Juli menunjukkan bahwa data ekonomi terlemah yang orang tunjuk untuk perlambatan global datang dari luar AS, bukan di dalam AS," kata Wakil Presiden Perdagangan Charles Schwab Randy Frederick, dilansir dari Reuters, Kamis (15/8/2019).

Baca Juga: Sinyal Resesi Menguat, Wall Street Lesu

Adapun saham Walmart naik 6,8% setelah pengecer melaporkan penjualan sebanding AS kuartal kedua yang mengalahkan perkiraan dan mendorong perkiraan pendapatannya untuk tahun ini. Sebaliknya, komponen Dow, Cisco Systems Inc turun 7,5% setelah komponen Dow itu menyalahkan perang perdagangan yang memar untuk ramalan triwulanan yang buruk.

Pembuat roda jaringan mengatakan harga beberapa barang yang dijual oleh pengecer telah naik karena tarif impor Cina, tetapi dia mengelola tekanan itu dengan bernegosiasi dengan pemasok dan mencari dari pangkalan pasokan alternatif.

Sebelumnya, Wall Street berakhir melemah, usai Kementerian Keuangan China mengatakan akan mengambil langkah-langkah balasan yang diperlukan terhadap tarif terbaru AS pada U300 miliar terhadap barang-barang Cina.

Namun dalam sebuah pernyataan terpisah, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China berharap AS akan bertemu di tengah jalan, dan mengimplementasikan konsensus kedua kepala kedua negara di Osaka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini