nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS-China Kian Sengit, Perusahaan Teknologi Kencangkan Ikat Pinggang

Delia Citra, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 15 320 2092230 perang-dagang-as-china-kian-sengit-perusahaan-teknologi-kencangkan-ikat-pinggang-R2OOS0sRVd.jpg Perang Dagang AS-China (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Perang dagang AS-China sepertinya tidak akan berakhir tahun ini. Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar saat ini, CEO NetApp George Kurian sedang mempersiapkan untuk kondisi ekonomi yang sulit.

 Baca Juga: Jangan Terlena, Perang Dagang AS-China Ancaman Nyata di Pasar Modal

Saat ini, perusahaan-perusahaan berhati-hati dalam mengeluarkan belanja di sektor teknologi informasi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, yang diperburuk oleh perang dagang AS-Cina.

“Kami telah memperhitungkan berbagai skenario sulit," kata Kurian seperti dilansir Business Insider, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

 Baca Juga: Panasnya Perang Dagang, Menkeu: Indonesia Butuh Kemandirian Ekonomi

"Saya tidak ingin memprediksi hasil terburuk, tetapi kami telah memperhitungkan berbagai hasil yang sulit," katanya.

 Perang Dagang AS-China

Tensi perang dagang AS-China yang memanas menjadi kekhawatiran utama para investor, apalagi pemerintahan Trump mengatakan akan memberlakukan tarif tambahan impor baru pada barang-barang China.

Untuk kuartal saat ini, NetApp memperkirakan pendapatan dalam kisaran USD1,33 miliar hingga USD1,48 miliar. Itu lebih kuat dari ekspektasi rata-rata analis, yang meminta laba per saham 90 sen dari pendapatan USD1,35 miliar.

 Perang Dagang AS-China

Meskipun diplomasi antara Trump dan Beijing terlihat tidak terlalu meledak-ledak, namun Kurian tidak yakin situasi ekonomi hal mulai dari tarif hingga nilai mata uang akan diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami tidak mengharapkan normalisasi rezim perdagangan tahun ini. Hal itu akan kami perhitungkan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini