JAKARTA - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) menerapkan strategi proteksi berlapis untuk menahan tumpahan minyak Sumur YYA-1.
Selain penanganan kontrol sumur yang saat ini sudah mencapai kedalaman 1.680 meter atau 5.512 feet, PHE ONWJ melokalisasi minyak dengan pengoperasian static dan moveable oil boom, serta menyedot ceceran minyak menggunakan skimmer dan slurry pump.
Baca Juga: Sumber Kebocoran Tumpahan Minyak Ditutup September
VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya, mengatakan, pemasangan dan pengoperasian static oil boom pada lapisan utama sudah mencapai total panjang 4.450 meter.
"Konfigurasi full circle ini sudah hampir menutup penuh anjungan YYA dan dengan memperhatikan arah angin dan arus. Terdapat beberapa bukaan untuk akses masuk keluarnya kapal skimming," ujar dia di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Sebagai tambahan pengoperasian, telah terpasang 400 meter static oil boom pada layer kedua, 600 meter moveable oil boom di sekitar area anjungan YYA serta 400 meter oil boom di sekitar area FSRU Nusantara Regas.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kilang Minyak Balikpapan Kebakaran
Ifki menambahkan, Incident Managemet Team (IMT) PHE ONWJ juga telah menempatkan tandon-fluida, yang ditempatkan di bawah anjungan YYA.
"Penampungan ini menggunakan floating storage tank, yang ditarik oleh dua buah kapal. Dengan posisi di bawah anjungan ini memudahkan untuk menampung langsung tumpahan minyak. Kami harapkan, langkah ini mengurangi volume tumpahan minyak ke permukaan laut," kata dia