nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anda Pejuang KPR? Simak Cara Mengatur Cicilan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 10:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 470 2092130 ini-langkah-untuk-mengatur-cicilan-untuk-pejuang-kpr-0kZDyhY5Sl.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Memiliki rumah tidak hanya kemampuan untuk melunasi DP. Banyak hal yang perlu dipikirkan, antara lain kebutuhan untuk mengisi rumah seperti furnitur, juga kebutuhan hidup yang angkanya terus meningkat.

Lantas bagaimana mengatasi persoalan keuangan jika punya cicilan KPR dan Kendaraan?

Perencana keuangan Tatadana Consulting Diana Sandjaja mengatakan bahwa ideal cicilan agar tak membebani cashflow adalah maksimal 35% dari income.

 Baca juga: 5 Tips Lancar Bayar Cicilan KPR

"Jadi kalau ditotal lebih dari 35% bisa dikatakan tidak sehat secara finansial dan membebani. Supaya rasio cicilan bisa turun, maka alternatifnya, yakni lunasi cicilan sebagian dan panjangkan tenor cicilan," ujar dia kepada Okezone, Kamis (15/8/2019).

KPR

Dia menuturkan, KPR ini biasanya bunganya yang paling kecil. Maka ini menjadi alternatif untuk di panjangkan tenornya agar besaran cicilannya mengecil.

 Baca juga: Sebelum Jadi Pejuang KPR, Simak 5 Taktik Keuangan Membeli Rumah

"Sebaiknya, sebelum mulai mengambil cicilan, cek dulu apakah masih memiliki banyak cicilan yang lain," tutur dia.

Kemudian, lanjut dia, apabila memang belum membutuhkan dan dananya tidak mencukupi untuk beli mobil secara langsung tanpa kredit sebaiknya ditunda dulu atau alternatif membeli second dengan harga yang lebih murah.

"Jika memang ada fasilitas pinjaman ramah bunga dari perusahaan tempat bekerja, maka bisa jadi alternatif, apabila perlu untuk beli rumah atau kendaraan," ungkap dia.

Dia menjelaskan, apabila sudah terlanjur beli dan cicilan terasa berat. Usahakan kendaraan menjadi aset produktif dengan di sewakan atau untuk taksi online.

"Yang bisa dihemat. Seperti pertama kali ditelisik bila income tidak mencukupi adalah pengeluaran pribadi, misalnya pengeluaran untuk rokok, ke salon, hobi, makeup dan lainnya. Usahakan dikurangi frekuensinya, diturunkan kelasnya atau di hilangkan sama sekali," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini