nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat Ditopang Pasar Obligasi

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 21:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 278 2093040 wall-street-menguat-ditopang-pasar-obligasi-OnMPXkCLry.jpg Foto Wall Street (Ilustrasi: Okezone)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka menguat usai mendapat stimulus positif dari pelonggaran rally di pasar obligasi. Hal tersebut mendorong di saham AS pada hari ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 163,62 poin atau 0,64%, pada 25.743,01 dan S&P 500 naik 23,56 poin atau 0,83% pada 2.871,16. Nasdaq Composite naik 83,03 poin, atau 1,07%, menjadi 7.849,65.

China akan menggelar rencana untuk meningkatkan pendapatan sekali pakai tahun ini dan pada 2020 untuk memacu konsumsi karena ekonomi melambat.

Baca Juga: Wall Street Bangkit Ditopang Penjualan Ritel, Abaikan Isu Resesi

Investor juga mengharapkan penurunan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve dan langkah-langkah oleh Bank Sentral Eropa bulan depan untuk melawan pelemahan pertumbuhan.

“Kami belum melihat berita utama tentang perang perdagangan hari ini dan itu memberi pasar sedikit lega. Langkah kembali pada imbal hasil juga melepaskan tekanan pada pasar ekuitas," ujar Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities Peter Cardillo, dikutip dari Reuters, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok, Kejatuhan Dow Jones Terbesar di 2019

Di antara saham, Nvidia Corp melonjak 8,3% setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, mengangkat indeks chip Philadelphia sebesar 2,23%.

Sub-sektor bank S&P 500 .SPXBK naik 0,98% karena pemberi pinjaman yang peka terhadap tingkat bunga mendapat manfaat dari imbal hasil obligasi Treasury AS yang mengurangi posisi terendah mereka

Sebelumnya, tiga indeks utama Wall Street turun setidaknya 1,5% sejak Jumat lalu, di jalur untuk merugi minggu ketiga berturut-turut, karena investor khawatir tentang risiko resesi dan ketegangan perdagangan AS-China.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini