Kementan sudah memulai penerapan Pertanian 4.0, pengolaham lahan dengam traktor autonoumus, alsintan penanaman benih padi autonoumus dan penanggulangan hama dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi drone sehingga bisa mempersingkat waktu dan dapat mencakup wilayah yang lebih luas. Ada juga aplikasi yang bisa memprediksi panen dan memasarkan hasil panen dengan memperpendek jalur distribusi.

Efektifitas dan efisiensi yang ditawarkan pertanian 4.0 diharapkan mampu mengurangi kesulitan tenaga kerja tani dan minimalisir risiko gagal panen dan meningkatkan hasil panen. Pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Baik pemilik lahan maupun petani penggarap atau buruh tani.
"Pesatnya perkembangan teknologi pertanian digital diharapkan menjadi stimulan bagi generasi milenial untuk terjun dalam dunia pertanian. Pada gilirannya ekosistem pertanian digital mampu mendorong lahirnya petani muda bertalenta," tutup Kudang.
(Feby Novalius)