nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertanggungjawaban APBN 2018, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 11:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 20 2093714 pertanggungjawaban-apbn-2018-sri-mulyani-merapat-ke-dpr-fZJrq4kYZr.jpg Foto: Sri Mulyani Raker di Banggar DPR

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Kompleks DPR Senayan Jakarta, hari ini.

Rapat tersebut membahas mengenai pembicaraan tingkat I dan II soal RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanjar Negara (APBN) tahun 2018.

Baca Juga: Gandeng Youtuber hingga Selebgram, Taktik Sri Mulyani Sebarkan Informasi Keuangan

Rapat Banggar dipimpin Ketua Kahar Muzakir dan dihadiri sebanyak 25 anggota DPR dari 9 fraksi. Rapat dimulai pukul 10.56 WIB atau molor dari agenda awal 10.00 WIB.

"Dengan 25 anggota DPR yang hadir ini, maka rapat kerja Badan Anggaran DPR RI dibuka, dan dinyatakan terbuka untuk umum," kata Kahar saat membuka rapat, Senin (19/8/2019).

Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR

Usai dibuka, Kahar menyerahkan kepada Anggota Banggar Jazilul untuk membacakan hasil kesepakatan panja terkait laporan realisasi APBN 2018.

Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati menegaskan, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018 dalam kondisi baik.

Baca Juga: Aktivitas Pemilu Tinggi, Anggaran Perjalanan Dinas Meningkat hingga Rp15,1 Triliun

Hal ini membuat pemerintah memilih untuk tak melakukan perubahan, meski di tengah kenaikan minyak mentah dunia dan batu bara, serta pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

"Postur keseluruhan APBN 2018 masih bisa dipertahankan dengan baik. Seluruh kebutuhan belanja yang sudah direncanakan di 2018 tetap berjalan," ujarnya.

Bendahara Negara ini menyatakan, postur APBN 2018 yang dinilai baik membuat pemerintah juga mampu mengakomodasi pendanaan terhadap beberapa tambahan belanja negara.

"Kami bahkan juga mengakomodasi beberapa tambahan belanja, seperti untuk Asian Games dan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendesak," imbuhnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini