nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Bangladesh, Inka Bakal Ekspor Kereta ke Filipina hingga Madagaskar

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 320 2093831 selain-bangladesh-inka-bakal-ekspor-kereta-ke-filipina-hingga-madagaskar-eWiMhwBeTN.jpeg Dirut Inka Budi Noviantoro (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Inka (Persero) menargetkan pesanan kereta yang masuk untuk tahun ini sebesar Rp7,218 triliun. Angka ini sesuai dengan apa yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019.

Dari rencana pesanan masuk tersebut, paruh pertama sudah terealisasi sebesar Rp132,154 miliar atau lebih rendah dari prognosa periode serupa Rp831,228 miliar.

Baca Juga: Lagi, Inka Ekspor 26 Gerbong Kereta ke Bangladesh

Direktur Utama Inka Budi Noviantoro mengatakan, sudah ada beberapa pesanan yang masuk baik dari dalam maupun dari luar negeri. Salah satunya dari negara Filipina yang memesan diesel multiple unit (DMU). Adapun total kontrak dari DMU mencapai Rp1 triliun.

Selain itu, ada juga kontrak pembuatan kereta dengan Thailand. Hanya saja, kontrak dengan negeri gajah putih ini diakuinya sulit tercapai.

Kerta Inka

“Yang enggak mencapai target hanya 50 log Thailand karena lelang. Jadi agak susah, by contract segala macem kecuali pendapatan sudah pasti gitu ya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Sedangkan saat ini, Inka mulai mengirimkan 50 kereta tipe MG (Meter Gauge) pesanan Bangladesh Railway melalui Chittagong Port, Bangladesh pada Januari 2019. Selanjutnya, pengiriman 200 kereta tipe BG (Broad Gauge) dikirimkan secara bertahap sejak Juli 2019.

Sedangkan secara keseluruhan, INKA sudah memproduksi 250 kereta untuk Bangladesh Railway dengan rincian yakni 50 kereta tipe BG dan 200 kereta tipe MG. Pengadaan 250 kereta penumpang tersebut merupakan hasil tender yang dimenangkan perseroan pada 2017 dengan nilai kontrak sebesar USD100,89 juta.

Baca Juga: Pembangunan Pabrik Kereta Terbesar Indonesia di Banyuwangi Dimulai

"Pengiriman kali ini merupakan pengiriman kereta untuk tipe MG dengan jumlah total 200 kereta. 26 kereta batch awal tersebut telah dikirimkan pada 24 Juli 2019 menuju Chittagong Port, Bangladesh," jelasnya.

Saat ini juga Perseroan tengah menginxari kerjasama untuk bisa mengekspor kereta ke Madagaskar. Untuk besaran investasinya mencapai USD350 juta yang berasal dari pinjaman bank BUMN dan juga Eximbank.

“Investasi kira-kira USD350 juta kita juga minta paling tidak USD46 tarif per ton. Kita agak murah-murah sedikitlah target kita enggak banyak-banyak sebetulnya 2 juta setahun sudah cukup. 2 juta ton gede ya,” jelasnya.

Sementara itu, perseroan memproyeksikan raihan penjualan sepanjang tahun ini mencapai Rp3,759 triliun dan sudah terealisasi sekitar Rp1,125 triliun pada periode yang berakhir Juni 2019. Capaian tersebut lebih rendah dari prognosa periode serupa tahun ini yang di target Rp1,296 triliun.

Untuk laba setelah pajak berhasil dibukukan pada semester I sekitar Rp16,830 miliar atau lebih tinggi dari prognosa sebesar Rp9,183 miliar. Dalam RKAP 2019 dicanangkan mencapai Rp103,963 miliar.

Adapun, total aset Inka diperkirakan mencapai Rp6,583 triliun. Sedangkan saldo kas serta bank sekitar Rp969,736 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini