Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

E-Commerce Buat Produk Desa Go Internasional

<i>E-Commerce</i> Buat Produk Desa <i>Go</i> Internasional
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo mengatakan pemasaran berbagai produk unggulan desa dan daerah tertinggal dapat dipermudah dengan adanya sistem perdagangan elektronik atau e-commerce.

"Dengan adanya e-commerce maka para perajin, petani, nelayan, peternak, dan produsen lainnya dapat menjual produk mereka tanpa perlu bertemu langsung dengan para pembeli, sehingga produk yang dijual dapat dipasarkan baik nasional maupun internasional," ujar Samsul Widodo dalam siaran pers di Jakarta, Senin (19/8/2019).

 Baca Juga: Pengusaha E-Commerce Bakal Temui Dirjen Bea Cukai Bahas Produk Impor

Dodo menambahkan pihaknya menggunakan dua saluran untuk membantu penjualan berbagai produk dari daerah tertinggal menembus pasar global.

“Ada dua saluran yang digunakan yakni perusahaan rintisan dan satu lagi, kami datangkan pembeli. Kami juga bekerja sama dengan ATT (Alibaba). Produk yang kami ekspor yaitu rajungan dari Kendari dan vanila dari Alor. Ini yang kami fasilitasi karena ini yang kami dampingi. Kami sediakan gudang juga kerja sama dengan pemda. Berikutnya kacang kenari dari Alor dan Pulau Makiyan di Maluku Utara,” kata Dodo.

Ditjen PDT fokus pada berbagai produk yang berkarakteristik unik seperti kacang kenari. Kebutuhan kenari di pasar Eropa cukup besar, karena kenari merupakan salah satu bahan pembuatan kue yang dibutuhkan di sana.

Namun, hal itu tidak cukup untuk mengembangkan daerah tertinggal. Sebab masih ada masalah yang cukup besar yang harus dicarikan jalan ke luar, yaitu masalah logistik dan kurasi produk.

 Baca Juga: Rancang Aturan Baru, Bea Cukai Akan Panggil Pelaku E-Commerce

Dia memberi contoh bagaimana dengan mudahnya orang Indonesia menemukan jeruk mandarin di pedagang kaki lima, tapi agak susah menemukan jeruk pontianak.

“Kenapa di kaki lima kita banyak yang jual jeruk mandarin, kenapa tidak jual jeruk pontianak?” kata Dodo berusaha menyederhanakan gambaran masalah.

 E-commerce

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement