nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Pertanian RI Meningkat, Ternyata China Masih Sering Impor

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 21:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 21 320 2094983 ekspor-pertanian-ri-meningkat-ternyata-china-masih-sering-impor-AbWbdXnhpM.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kinerja ekspor pertanian membaik dalam empat tahun terakhir. Sepanjang 2014-2018 ekspor pertanian menunjukkan peningkatan baik secara volume maupun nilainya.

 Baca Juga: Kenaikan Nilai Ekspor Pertanian Dinilai Patut Diapresiasikan

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) Ali Agus mengungkapkan pentingnya memelihara capaian ini dengan terus meningkatkan pelayanan prima Kementan, sebagai kementerian yang mendapat tugas pokok dari Presiden pada sektor pertanian.

"Kalau dari sisi peternakan, sedikit demi sedikit saya mengikuti perkembangannya. Misalnya dari tahun ke tahun untuk ekspor peternakan sudah ada peningkatan yang cukup bagus, seperti ekspor ke Jepang dan ke Timor Leste," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

 Baca Juga: Faktanya Anggaran Turun, Kinerja Sektor Pertanian Justru Melesat Naik

Ali menjelaskan, saat ini pemerintah perlu terus memperbaiki sistem layanan agar mempengaruhi kualitas barang dan harga jual. Langkah ini perlu dilakukan untuk menembus persaingan di pasar ekspor Asia, Eropa dan Amerika.

"Kalau misalnya pelayanan bagus, harganya juga kompetitif, mungkin ekspor kita bisa meningkat jauh dari tahun ke tahun. Walaupun secara umum, yang namanya ekspor dan impor itu kan biasa saja dalam pergaulan antar bangsa. Negara China saja sering kok impor," katanya.

 Ekspor Pertanian

Ali mengatakan bahwa ke depan Indonesia akan memiliki tantangan besar dan ancaman serius dalam menjaga pertanian dan peternakan secara keseluruhan. Maka itu, diperlukan sistem yang kuat dan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitas dan produksi nasional.

"Kita ini punya tantangan besar, khususnya pada kecukupan pangan. Makanya, menurut saya, pemerintah dan pihak terkait harus memperkuat konsolidasi, kemudian memberi pelayanan prima kepada para pelaku usaha dan menjaga keseimbangan suply - demand melalui regulasi yang kondusif, saya kira kuncinya hanya itu," katanya.

Ekspor Pertanian

Dekan Fakultas Pertanian Univeritas Islam Riau Ujang Paman Ismail mengatakan, capaian ini, kata dia, merupakan titik balik, di mana pertanian Indonesia kembali berjaya di pasar dunia.

"Saya melihat dengan berbagai pelepasan ekspor yang dilakukan pemerintah, maka bangsa ini sesungguhnya memulai titik balik kembali berjayanya rempah kita di pasar dunia. Dan itu harus kita apresiasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, Ketut Kariyasa menguraikan, pada tahun 2013 ekspor produk pertanian Indonesia masih bertengker pada angka 33,5 juta ton, dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2018 ekspor pertanian mencapai 42,5 juta ton dan meningkat 26,9% dibanding tahun 2013.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini