nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Plt Dirut PLN: Kejadian Blackout Jadi Pelajaran Kami

Minggu 25 Agustus 2019 10:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 25 320 2096312 plt-dirut-pln-kejadian-blackout-jadi-pelajaran-kami-3YpjVJ8KEQ.jpg PLT Dirut PLN Sripeni Inten. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjanjikan kinerja yang lebih baik pasca kejadian pemadaman listrik skala besar atau blackout di Jawa bagian barat pada 4 Agustus lalu.

"Kejadian blackout kemarin menjadi pelajaran kami, dan kami janji akan berubah menjadi lebih baik lagi," kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani di Jakarta, mengutip laman antaranews, Minggu (25/8/2019).

 Baca juga: Kapan Dirut PLN Definitif Ditunjuk? Begini Jawaban Menteri BUMN

Sripeni menjanjikan bahwa kejadian tersebut sebisa mungkin untuk tidak akan terjadi kembali, dan menjadi pembelajaran bagi setiap pegawai PLN.

 Plt Dirut PLN Sripeni Inten (Foto: Okezone)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meminta direksi PT PLN (Persero) belajar dari negara lain soal kecepatan normalisasi pasokan listrik saat terjadi gangguan.

Pemadaman listrik (blackout) yang dialami PLN bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di berbagai negara seperti Brasil, Amerika Serikat, Argentina, dan Inggris.

 Baca juga: Listrik Mati Massal, PLN Bayar Ganti Rugi Rp1 Triliun

Namun, ujar Rini, skema distribusi listrik di negara-negara tersebut menggunakan "house load system" sehingga dapat dinormalisasi kembali dalam jangka waktu dua jam.

Dengan "house load system" ini, jika ada gangguan maka listrik yang mati hanya satu desa atau satu wilayah saja maka pemulihannya akan lebih mudah.

 Baca juga: Listrik PLN Padam, Menteri Rini Terapkan House Hold System di Kota Besar

"Untuk itu, kami akan menggunakan house hold system di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya. Saya harap kejadian gangguan listrik yang terjadi menjadi pembelajaran kami semua,” ujarnya.

Rini meminta PLN menyusun "emergency scenario" untuk mempercepat upaya normalisasi gangguan pemadaman listrik. Ia pun mendorong PLN untuk meningkatkan infrastruktur dan "system crisis center".

PLN juga diminta untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) dalam membebaskan Right of Way atau jarak bebas minimum di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Saat ini, ROW telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minumum pada SUTT, SUTET dan SUTT Arus Searah untuk Penyaluran Tenaga Listrik.

“Ini yang akan menjadi concern kami bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan BUMN,” kata Rini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini