JAKARTA - Pemerintah memprediksi angka pertumbuhan ekonomi (PE), Indonesia pada akhir tahun nanti hanya sebesar 5,08%. Di mana target yang ditetapkan dalam APBN 5,3%.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa prediksi PE 5,08% itu, karena masih adanya ketidakpastian global hingga saat ini. Hal ini memberikan dampak kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Baca juga: Meleset dari Target, Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di 2019 hanya 5,08%
"Ya selama beberapa kuartal ini impor turun baru kemarin dia (naik) lagi. Sebenarnya proses itu udah terjadi selama setahun terakhir dengan melambatnya impor secara berturut-turut. Baru bulan Agustus dia positif lagi," ujar dia, di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Menurut dia, pendorong PE Semester II 2019 itu saat ini tidak hanya didorong sektor konsumsi saja. Tapi pada sektor investasi juga.
Baca juga: Potensi Ekspor Buah Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,3%
"Karena ekspor kita ini pun belum bisa diharapkan," ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun nanti hanya sebesar 5,08%. Angka ini jauh dubawah target yang ditetapkan dalam APBN 5,3%.
Baca juga: Sri Mulyani Sebut Perang Dagang AS-China Turunkan Ekonomi Dunia 0,5%
Namun lanjut Sri Mulyani mengaku pemerintah masih akan tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. Asal tahu saja, angka sebesar 5,2% merupakan revisi dari Pertumbuhan Ekonomi 2019 yang dilakukan pada Juli lalu.
"Total 2019 dibulatkan satu digit 5,1% atau 5,08% itu adalah forecasting berarti outlook 5,2% masih kami taruh di sana tapi internal kita lihat di 5,08%," ujarnya di Gedung DPR-RI.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.