nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Jadi Dirut BTN, Ini Capaian Kinerja BRI di Bawah Kepemimpinan Suprajarto

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 09:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 30 278 2098464 tolak-jadi-dirut-btn-ini-capaian-kinerja-bri-di-bawah-kepemimpinan-suprajarto-kqWG37kwEJ.jpg Capaian Kinerja BRI di Bawah Suprajarto (Foto: Okezone/Yohana)

JAKARTA - Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memutuskan untuk mengangkat Suprajarto sebagai Direktur Utama, menggantikan Maryono yang diberhentikan. Suprajarto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Putusan yang ditetapkan kemarin sore, Kamis 29 Agustus 2019, langsung ditolak oleh Suprajarto. Malamnya, Suprajarto yang langsung dinonaktifkan sebagai Direktur Utama BRI oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, mendeklarasikan penolakan dan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama BTN.

 Baca Juga: Maryono Diberhentikan Jadi Dirut Bank BTN

Dia mengaku, tak pernah diajak bicara oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno soal pergeseran jabatan yang ditetapkan padanya. Meski demikian, Suprajarto menegaskan dirinya tidak pernah memiliki permasalahan dengan Rini.

"Saya enggak pernah ada persoalan sama orang sih, rasanya ya. Karena selama ini saya menjalankan tugas secara profesional, itu saja," ungkap dia dalam konferensi pers di Restoran Tesate Menteng, Jakarta, Kamis 29 Agustus malam.

 Baca Juga: Tolak Putusan Rini dan Mundur dari Dirut BTN, Suprajarto: Saya Happy

Berikut profil dan capaian kinerja Suprajarto selama jadi Dirut BRI seperti dirangkum Okezone:

Suprajarto menjabat sebagai pucuk pimpinan BRI sejak Maret 2017, dari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sejak 2015. Meski demikian, dirinya memang mengawali karier perbankan di BRI.

Usai lulus dari Jurusan Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Suprajarto memutuskan masuk ke BRI pada tahun 1983. Dengan penempatan di Kalimantan, dia mengawali karier sebagai pegawai operasional.

 Suprajarto

Hingga pada akhirnya di tahun 2005, dia ditugaskan menjadi sekretaris perusahaan BRI. Jenjang karirnya pun terus berlanjut di perusahaan plat merah itu, sampai di tahun 2007 di menjabat sebagai Direktur Jaringan dan Servis BRI, dan mengakhiri jabatan itu di tahun 2015 karena bergeser ke BNI.

Lalu bagaimana kinerja BRI di bawah kepemimpinan Suprajarto sejak Maret 2017 lalu? Pada akhir 2017 BRI menjadi bank terbesar di Indonesia secara bank only maupun konsolidasi.

Pada tahun itu juga, total aset BRI sepanjang semester I-2017 tercatat sebesar Rp1.027 triliun, meningkat menjadi senilai Rp1.288 triliun di semester I-2019. Artinya sepanjang kepemimpinan Suprajarto, total aset BRI tumbuh 25,4%.

Selain itu, BRI mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp16,1 triliun di semester I-2019, atau berhasil tumbuh sebesar 20,4% dari semester I-2017 yang mencapai Rp13,4 triliun.

 Suprajarto

Sementara, penyaluran kredit BRI hingga akhir Juni 2019 tercatat sebesar Rp888,3 triliun, meningkat dari semester I-2017 dengan penyaluran kredit senilai Rp687,9 triliun. Maka, kredit BRI tumbuh 29,1% di bawah kepemimpinan Suprajarto.

Demikian juga dengan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh BRI, selama kepemimpinan Suprajarto tumbuh 23%. Pada semester I-2017 DPK yang berhasil dihimpun sebesar Rp768 triliun, meningkat jadi Rp 945 triliun di semester I-2019.

Tak hanya itu, kapitalisasi pasar BRI juga meningkat dengan menempati posisi ketiga di ASEAN pada 2019, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai lebih dari Rp550 triliun. Seiring dengan kinerja yang tumbuh, dividen yang diberikan BRI kepada negara juga naik, tahun 2017 sebesar Rp6 triliun menjadi Rp7,5 triliun di 2018, serta ditargetkan menjadi Rp9,2 triliun di 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini