Share

Kunci Sukses Agus Martowardojo yang Selalu Ingat Pesan Sang Ayah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 September 2019 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 20 2099739 kunci-sukses-agus-martowardojo-yang-selalu-ingat-pesan-sang-ayah-i2GoLRvDcJ.jpg Kisah Sukses Agus Marto Selalu Ingat Pesan Sang Ayah (Foto: Okezone/Taufik)

JAKARTA - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2013-2018 Agus Martowardojo mengenang pesan ayahnya yang masih teringat hingga saat ini. Setidaknya ada dua pesan yang masih terngiang dan selalu jadi pegangan hingga saat ini.

 Baca Juga: Mantan Gubernur BI Agus Marto Jadi Komisaris Utama Tokopedia

Pesan pertama adalah perlunya memasang kuda-kuda yang kuat dalam kondisi apapun. Maksudnya adalah dalam menjalankan tugas harus memilikin prinsip dan integritas yang kuat.

“Ayah saya kalau ketemu dengan saya selalu mengatakan 'Agus dalam segala macam kondisi, kamu harus punya kaki yang kuat'. Itu prinsip dan integritas untuk kita dalam keadaan sedih maupun bahagia,” ujarnya dalam acara peluncuran buku Agus Martowardojo di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Senin (2/9/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani hingga Menko Luhut Penasaran Kisah Perjalanan Mantan Gubernur BI

Selain itu, pesan yang kedua adalah sang ayah jangan sampai merugikan dan menganggu orang lain.

“Kalau jadi orang jangan membebani orang lain. Harus jadi orang yang tidak terganggu orang lain,” ucapnya.

Selain itu lanjut Agus, dirinya juga mengingat mengenai sosok ibunya. Menurut Agus, sang ibu merupakan sosok yang sangat hangat dalam mendidik anak-anaknya.

 Agus Marto

Di sisi lain, sang ibu juga merupakan sosok motivasi yang hebat bagi anak-anaknya. Tidak pernah satu katapun yang mendeskreditkan ataupun menjelekan anak-anaknya.

“Kami mempunyai ibu punya enam orang anak. Itu seorang yang pandai memotivasi terus positif dengan anaknya,” ucapnya.

Menurut Agus, selain sebagai seorang ibu ternyata wanita yang menjadi idolanya itu meruapakan seorang entrepreuner. Hal ini juga menjadikan salah satu contoh buat dirinya dalam menjalankan kehidupan.

“Sosok ibu ini mempunyai jiwa entrepreunership. Kalau gagal berani untuk bangkit dan senantiasa berinovasi. Saya melihat ini penting, bukan dunia usaha. Dan untuk itu saya meyampaikan apa yang menjadi kekuatan untuk ibu saya,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini