nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sunarso Dinilai Layak Jadi Dirut BRI, Begini Jejak Kariernya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 02 September 2019 18:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 02 278 2099763 sunarso-dinilai-layak-jadi-dirut-bri-begini-jejak-kariernya-FwUNsjYTgs.jpg Sunarso Dinilai Layak Jadi Dirut BRI (Foto: Okezone/Yohana)

JAKARTA – Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai Sunarso layak untuk memimpin PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

 Baca Juga: BRI Dipastikan Punya Dirut Baru 2 September

Selain memiliki rekam jejak yang baik, Sunarso dinilai mampu menjalankan roda kepemimpinan di BRI secara profesional.

“Pak Sunarso tidak mempunyai catatan negatif. Pak Sunarso juga lama berkarier di Bank BRI dan pernah dipercayakan sebagai salah satu direktur,” kata Enny saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/9/2019).

 Baca Juga: Sah, Sunarso Resmi Jadi Dirut BRI

Seperti diketahui, Sunarso ditetapkan sebagai Direktur Utama BRI pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) hari ini.

Menurut Enny, Sunarso memahami secara detail mekanisme kerja di lingkungan BRI, sehingga dapat menjadi nahkoda yang dapat dipercaya publik. Sebagai bankir, lanjutnya, Sunarso memiliki keahlian khusus di bidang agrofinancing (pembiayaan sektor pertanian, baik korporasi maupun UMKM pertanian) yang cocok untuk bisnis utama BRI.

“Terus terang, tidak ada catatan negatif tentang Pak Sunarso,” jelas dia.

 RUPSLB BRI

Senada dengan Enny, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menilai, Sunarso sebagai figur yang dapat membawa perubahan di tubuh Bank BRI. Diakuinya, sebagai direktur utama, Sunarso menghadapi tantangan cukup besar untuk menjadikan Bank BRI sebagai Home To The Best Talent pada tahun 2022.

"Tentu, kalau yang dipilih orang dalam, pasti sudah mengerti budaya perusahaan, mampu membangun teamwork, membaur dengan para karyawan, dan secara tekhnikal juga paham," ujar Pieter.

Apalagi, lanjut Pieter, pada era digital saat ini meski perbankan bersifat konvensional, tetapi harus mampu menyeimbangkan diri dengan perubahan sektor keuangan digital, mengingat perbedaan tata kelola bisnis yang jauh berbeda antara perbankan dan perusahaan startup.

Dia menegaskan, pemilihan Sunarso sebagai direkur utama di perusahaan BUMN bebas dari unsur politik sehingga tidak menganggu kebijakan perusahaan.

"Makanya, kita perlu orang yang berpengalaman dan ahli di bidang keuangan atau perbankan. Bisa bekerja sama dengan para milenial. Saya yakin Sunarso dipilih karena memiliki kriteria semua itu,” katanya.

 RUPST Bank BRI Setujui Pembagian Dividen Rp16,17 T

Sebelumnya, pada Jumat 29 Agustus 2019, Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Sunarso sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama menggantikan Suprajarto yang menolak menjadi Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengungkapkan, siapa pun memiliki kesempatan untuk ditunjuk Menteri BUMN menjadi pemimpin BRI, tentu saja dengan persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih dahulu.

 Menteri Rini

Ketika ditanyakan Sunarso yang menjadi direktur utama BRI, Gatot mengaku bisa saja, asal disetujui Presiden Jokowi.

"Bisa, siapa pun bisa di situ. Tapi Bu Rini harus buat surat dulu supaya presiden setuju, tidak bisa otomatis," kata Gatot.

Nama lain yang sempat disebut-sebut adalah Hexana Tri Sasongko, yang saat ini menjabat menjadi Direktur Utama PT Jiwasraya (Persero) diisukan juga akan menggantikan posisi Sunarso menjadi Wakil Direktur Utama BRI.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini