nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaatkan Panel Surya untuk Turunkan Emisi Karbon

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 22:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 03 320 2100332 manfaatkan-panel-surya-untuk-turunkan-emisi-karbon-UT5aIk0Qj2.jpeg Panel Surya untuk Turunkan Emisi Karbo. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Energi baru yang ramah lingkungan menjadi kebutuhan di era modern saat ini. Salah satunya dengan pengembangan energi listrik tenaga surya (solar cell).

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop (atap) kini sudah mulai menjadi bagian dari penyuplai kebutuhan listrik. Sebab lewat panel surya sinar matahari yang ditangkap dapat diubah menjadi tenaga listrik.

Baca Juga: Bisnis Energi Terbarukan yang Lagi Tren

Potensi ini yang dikembangkan oleh PT Utomodeck, salah satu produsen atap bangunan. Terlebih dengan letak geografis Indonesia, menjadikannya wilayah dengan sumber energi surya terbaik di dunia.

"Panel surya bisa diaplikasi di atap, kaca, jalan, hingga carport. Prinsipnya setiap ada atap, di situ ada potensi lisrtik," ujar Operational dan Marketing Director Utomodeck Antony Utomo di Cyber 2 Tower, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Panel Surya

Oleh sebab itu, dunia industri dan bangunan komersial (high rise bulding) di perkotaan harus menyadari konsep bangunan pintar dengan energi bersih yang dapat diaplikasikan terintergarsi dengan atap solar, kaca solar atau solar pedestrian.

"Tenaga surya bisa menurunkan emisi karbon dan mengurangi polusi," kata dia.

Baca Juga: Menteri Jonan Ajak Jepang Kembangkan Green Energy

Secara ekonomis, kata dia, PLTS Rooftop dapat menghemat biaya listrik hingga 15%-30% per bulan, dengan biaya investasi yang akan tertutupi di tahun ke-6 hingga ke-9 setelah PLTS dioperasikan. Terlebih solar panel ini bisa bertahan hingga 30 tahun dengan perawatan yang minim.

Antony menyatakan, pasar konsumen Utomodock saat ini fokus pada industri, komersial, dan infrastruktur. Seperti mall, pabrik, hingga LRT dan MRT. Pihaknya menawarkan penyewaan panel listrik, di mana selama masa sewa pihaknya menjamin perawatan dan perbaikan peralatan.

“Sebenarnya solar PV (fotovoltaik/panel surya) kami akan minim perawatan, paling hanya pembersihan rutin dari kotoran dengan masa penggunaan alat 25 tahun hingga 30 tahun. Itu semua tanggung jawab kami,” ujarnya.

Menurutnya permintaan panel surya terus meningkat pasca terbitnya Peraturan Pemerintah (Permen) nomor 49 tahun 2018 terbit, yang mengizinkan listrik dari panel surya bisa disambung ke listrik PLN. Untuk mengakomodir kebutuhan itu Utomodeck telah menjalin kerja sama dengan Hanergy Group yang merupakan produsen thin film solar cell terbesar di dunia.

"Sehingga jika ada permintaan desain termasuk permintaan integrasi aplikasi solar surya, kami siap support. Kami juga telah bermitra dengan Hanergy, sehingga aplikasi akhirnya tidak hanya di atap, tetapi juga di tempat-tempat lain sesuai yang diinginkan pelanggan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini