Share

Indonesia-Bahrain Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

Fakhri Rezy, Okezone · Rabu 04 September 2019 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 04 320 2100402 indonesia-bahrain-sepakat-tingkatkan-kerjasama-ekonomi-YKoadNcsPr.jpg Menlu di Bahrain (Foto: Okezone.com/Dok Kemenlu)

MANAMA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, telah lakukan kunjungan kerja singkat 1 hari di Manama, Bahrain, 3 September 2019. Selama kunjungan, Menlu Retno telah melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat negara Bahrain.

Adapun beberapa pejabat tersebut adalah Menlu Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed bin Mohammed Al Khalifa, Perdana Menteri, HRH Prince Khalifa bin Salman Al Khalifa; Putera Mahkota, HRH Prince Salman bin Hamad Al Khalifa; dan Ketua Umum KADIN Bahrain, Sameer Abdulla Ahmed Nass.

Penguatan kerjasama ekonomi merupakan fokus dari pembahasan selama kunjungan ke Bahrain. Kedua negara memiliki hubungan yang baik, sehingga sudah waktunya untuk memfokuskan hubungan bilateral pada penguatan kerjasama ekonomi.

 Baca juga: RI Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan Kuwait

Menlu di Bahrain (Dok Kemenlu)

Beberapa kerjasama ekonomi yang dibahas, antara lain kesepakatan untuk merundingan perjanjian investasi dan meningkatkan kontak langsung antara pengusaha kedua negara. Bahrain berencana untuk mengirim misi dagang ke Indonesia dalam tahun ini.

Indonesia menyampaikan potensi yang dimiliki di bidang industri strategis. Kedua Menlu mendorong agar masing-masing pihak berpartisipasi dalam Defence Exhibition, baik yang diselenggarakan di Bahrain (Oktober) maupun di Indonesia (November).

Baca juga: Bersama Bos BUMN, Menteri Basuki Tingkatkan Kerjasama dengan Timor Leste

“Industri pesawat terbang, seragam militer, perawatan missile RBS 17 dan Helikopter C-130 adalah contoh nyata kerja sama industri strategis yang dapat dilakukan Indonesia-Bahrain” jelas Retno dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam pertemuan-pertemuan, juga telah dibahas:

a. Rencana penandatangan MoU Pembebasan Visa untuk pemegang paspor Diplomatik dan Dinas disela-sela SMU PBB, September 2019;

b. Rencana penandatangan MoU Pembentukan Joint Commission Meeting di sela-sela SMU PBB, September 2019;

 Menlu di Bahrain (Dok Menlu)

c. Pertimbangan positif Bahrain untuk memberikan fasilitas visa on arrival bagi warga negara Indonesia pemegang visa biasa; dan

d. Kesepakatan untuk memulai perundingan perjanjian investasi.

Selain sektor ekonomi, Kedua Menlu juga membahas upaya bersama untuk menanggulangi kejahatan trans-nasional seperti Terorisme dan perdagangan manusia. Kedua Menlu sepakat untuk membuat MoU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). MoU ini penting bagi Indonesia untuk menghindari kejahatan TPPO dan untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Bahrain dan negara teluk pada umumnya.

Dalam berbagai pertemuan, Perdana Menteri dan Putera Mahkota Bahrain menyampaikan keinginannya untuk dapat berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ke Indonesia juga akan dimanfaatkan untuk meresmikan Kedutaan Besar Bahrain di Jakarta.

Dalam rangkaian pertemuan, Menlu RI juga membahas perkembangan situasi di Kawasan dan global yang menjadi kepentingan bersama. Secara khusus, isu Palestina juga dibahas dalam berbagai pertemuan. Kedua Menlu memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya dukungan bagi perjuangan Palestina. Bahrain menghargai peran aktif Indonesia dalam membela perjuangan rakyat Palestina.

Hubungan diplomatik RI-Bahrain secara resmi dimulai pada 1976. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan RI-Bahrain pada 2018 mencapai USD116.613 juta, dengan nilai ekspor mencapai USD46.67 juta. Sementara pada 2017, total perdagangan mencapai USD206.308 juta, dengan nilai ekspor mencapai USD47.348 juta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini