nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Menteri, Bos BI hingga Gubernur Ngumpul Bareng Bereskan Defisit Transaksi Berjalan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 20:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 04 320 2100741 para-menteri-bos-bi-hingga-gubernur-ngumpul-bareng-bereskan-defisit-transaksi-berjalan-BdCsYeKsau.jpeg Rakorpusda soal Mendorong Industri Manufaktur. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pengembangan industri manufaktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan inklusif, di Gedung BI, hari ini.

Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal II-2019 Naik Jadi Setara 3,04% dari PDB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rakor kali ini dalam rangka menjawab defisit neraca transaksi berjalan atau CAD. Maka itu, diperlukan untuk saling duduk bersama kemudian menjadi lebih sinergi, dan bisa sinkronisasi, agar tercapai.

BI rakor dengan pemerintah

"Selain itu feedback bisa dapat dari pemerintah daerah di Indonesia. Dan ada banyak hal yang kita tidak tahu detilnya di daerah tersebut," ujar dia, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Dorong Industri Manufaktur, BI dan Pemerintah Siapkan 6 Strategi

Darmin melanjutkan, permasalahan apa di lapangan bisa diselesaikan bersama-sama. "Kalau sudah bersama pemda ada banyak hal kita bisa saiapkan untuk penyempurnaan antara pusat dan di daerah," tutur dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa ini forum bagus sekali ada fedback dari pemerintah pusat, daerah dan Bank Indonesia. Di mana pertanyaan soal investasi dan ekspor, yang menjadi keluhan bisa disingkronkan

"Dan kemudahan perizinan investasi sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kita bicarakan bersama. Peraturan-peraturan yang menghambat akan kita permudah untuk menangkap peluang," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini