Dia menjelaskan, penurunan penjualan kelapa sawit itu karena mekanisme pasar. Di mana perubahan kebiasaan masyarakat Eropa yang mulai mengonsumsi produk yang ramah lingkungan.
"Dan juga sehat diklaim tak hanya terjadi pada sawit, tetapi juga terjadi pada produk-produk yang mengandung gluten, kimia," ungkap dia.
Baca Juga: Rusia Berencana Naikkan Pajak CPO Indonesia Jadi 20%
Sebelumnya Uni Eropa menyebut produk minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) tidak layak digunakan karena dianggap beresiko tinggi terhadap perusakan lingkungan.
(Feby Novalius)