Sedangkan untuk kawasan industri yang akan dikembangkan nantinya berada di wilayah Bakauheni. Saat ini perseroan sudah memiliki area seluas 80 hektare yang siap dikembangkan.
"Kemudian ada ASDP sama pemda. Mungkin juga pemda punya luasnya hampir sama, tanahnya berdampingan jadi kita bekerja sama membangun industrial estate," ucapnya.
Bintang mengaku, dalam pengembangan kawasan di sekitar ruas Tol Trans Sumatera pihaknya tak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan pengembang swasta maupun BUMN lainnya. Sebab, ia melihat, adanya potensi besar di dalam pengembangan kawasan ini.
Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Perencana Pembangunan Nasional dalam menyusun rencana pengembangan kawasan di sepanjang koridor jalan berbayar ini. Meskipun begitu,dirinya masih menutup rapat informasi soal kawasan yang hendak dikembangkan.
"Kami belum bisa merinci. Tanah-tanah itu mana yang nanti kita dapat izin untuk membebaskan, kalau dirinci sekarang kita nanti akan kesulitan karena pihak swasta lebih gampang kan menguasai tanah dibandingkan kami," ucap Bintang.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.