nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Kota Pindah, Harga Tanah di Jakarta Tetap Selangit

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 16:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 470 2101065 ibu-kota-pindah-harga-tanah-di-jakarta-tetap-selangit-lUnfC0wcb9.jpeg Harga Properti Jakarta Tetap Tinggi meski Ibu Kota Pindah. (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA - Jakarta tidak akan lagi menyandang status daerah khusus ibu kota (DKI). Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk memindahkan ibu kota Indonesia ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca Juga: Soal Pemindahan Ibu Kota, REI: Kita Lebih Memilih Terlambat Masuk

Namun banyak pihak yang mempertanyakan soal properti di Jakarta. Apakah harganya tidak akan selangit lagi alias turun?

Wakil Ketua DPP Real Estate Indonesia Hari Gani menilai, fungsi Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan. Melainkan, menjadi pusat bisnis dan industri juga.

Infografis pemindahan ibu kota baru

“Jakarta itu juga kota bisnis, kota jasa, kota industri karena industri-industri di sini masih banyak. Jadi banyak fungsi Kota Jakarta. Hanya satu fungsi yang akan dikeluarkan dari Jakarta, yaitu fungsi pemerintahan,” ujarnya, di Kembang Goela, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga: Konsep Belum Matang, Pengembang Kakap Tetap Berebut Proyek Ibu Kota Baru

Meski demikian, ketika pusat pemerintah mulai pindah, pasti ada efek atau guncangan pada Jakarta. Diperlukan waktu bagi Jakarta untuk sampai pada keseimbangan di mana ibu kota telah pindah.

“Tapi nanti pasti bisa menemukan titik keseimbangan baru, bahkan mungkin bisa berkembang lebih baik karena Jakarta ini adalah kota yang terlalu besar, kota yang terlalu kuat dibandingkan kota-kota besar kedua, ketiga di Indonesia," lanjutnya.

Selain itu, alasan kenapa harga properti di Jakarta tidak akan menurun adalah proyek infrastruktur terus masuk.

Infografis pemindahan ibu kota baru

"Buktinya infrastruktur masih masuk terus hingga saat ini. Contohnya adalah Light Rail Transit (LRT), lalu kereta api cepat pun masih masuk, bahkan tol baru ke arah Jakarta juga masih masuk. Yang jelas infrastruktur tidak kunjung berhenti masuk ke Jakarta. Jadi, tidak perlu khawatir tentang properti di Jakarta," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini