Share

Asosiasi Pengusaha Kontraktor Pengerukan dan Reklamasi Resmi Dibentuk

Feby Novalius, Okezone · Senin 09 September 2019 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 09 320 2102601 asosiasi-pengusaha-kontraktor-pengerukan-dan-reklamasi-resmi-dibentuk-WfBNLTjbeF.jpg Pengusaha Pengerukan dan Reklamasi Buat Asosiasi. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan pembentukan Asosiasi Kontraktor Pengerukan dan Reklamasi Indonesia (IDRA). Setelah disahkan pengusaha kontraktor tersebut didaftarkan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Asosiasi Kontraktor Pengerukan dan Reklamasi Indonesia dikenal sebagai Indonesian Dredging and Reclamation Association (IDRA) melakukan pengukuhan dan sosialisasi kepada para pelaku usaha pengerukan dan reklamasi di Kadin.

Ketua Umum IDRA Erick Limin menjelaskan, asosiasi ini dibentuk sebagai wadah komunikasi guna memudahkan koordinasi di antara perusahaan kontraktor pengerukan dan reklamasi dan para-para stakeholder. Pasalnya sektor bisnis ini tak luput dari berbagai tantangan yang dihadapi mulai dari adanya regulasi yang menghambat, persaingan yang kurang sehat hingga ganjalan yang sering dihadapi berupa isu lingkungan.

Baca Juga: Blockchain Jadi Tren Global Berdampak Besar ke Bisnis

Keberadaan IDRA sebagai wadah dan wahana pembinaan, komunikasi, konsultasi dan advokasi antara para pelaku usaha sektor jasa Pengerukan dan Reklamasi di Indonesia, dalam upaya mewujudkan usaha Jasa Pengerukan dan Reklamasi Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi dengan memadukan secara seimbang keterkaitan antar skala usaha dalam dimensi tertib hukum dan etika bisnis.

“Terbentuknya asosiasi ini juga untuk mengembangkan keunggulan nyata sumber daya nasional yang mendorong iklim berusaha menjadi lebih kondusif dengan memadukan secara seimbang keterkaitan pelaku usaha nasional dan global dalam sektor pengerukan dan reklamasi di Indonesia,” kata Erick, dalam keterangannya, Senin (9/9/2019).

Reklamasi

Diharapkan asosiasi ini menjadi mitra strategis bagi seluruh pemangku kepentingan baik internal IDRA yakni para anggota maupun para pemangku kepentingan dalam hal ini kementerian terkait kegiatan Pengerukan dan Reklamasi di seluruh Indonesia. Sebagai wadah pengusaha, IDRA juga bisa menjadi partner dalam sosialisasi kebijakan baru. Demikian pula dalam menfasilitasi kerjasama antara para pemangku kepentingan maupun dalam mengkoordinasikan program dan proyek yang menjadi target bersama.

Sebelum terbentuknya IDRA dapat dimaklumi bahwa Pemerintah dalam penyusunan regulasi/kebijakan terkait pengerukan dan reklamasi seringkali tidak melibatkan pelaku usaha sebagai pelaksana kebijakan tersebut. Salah satu dampaknya adalah kendala yang muncul pada tataran implementasi sehingga iklim usaha menjadi tidak kondusif.

Baca Juga: Kepala Bappenas Sebut Blockchain Bisa Optimalkan Dana Desa

“Ke depan, Pemerintah atau regulator dan pemangku kepentingan di sektor ini bisa menjadikan IDRA sebagai partner dialog dan perumusan kebijakan atau regulasi terkait jasa pengerukan dan reklamasi. Apalagi IDRA merupakan satu-satunya asosiasi di sektor ini yang akan membantu regulator menuangkan kebijakan yang tepat sasaran dan implementatif,” kata Erick.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dia pun menargetkan, bahwa saat ini terdapat beberapa proyek besar Pengembangan Pelabuhan Laut dan Pengembangan Pelabuhan Udara, dibawah Pelindo I, II, III dan IV, Pengembangan Pelabuhan Pemerintah (Patimban) maupun Swasta dan Pengembangan Bandara International (Bandara Sukarno Hatta, Bandara Ngurahrai dan rencana Pembuatan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) yang mana dalam pengembangan usaha tersebut terdapat pekerjaan Pengerukan dan Reklamasi yang cukup besar dan diharapkan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan oleh Pelaku Usaha nasional.

Erick juga mengundang Pelaku Usaha berupa Badan Hukum yang bergerak dibidang Jasa Konstruksi, Pengerukan dan Reklamasi untuk bergabung menjadi anggota IDRA untuk bersama-sama kita berhimpun dan berkoordinasi dengan tujuan berperan sebesar-besarnya untuk memajukan usaha dibidang Pengerukan dan Reklamasi di Indonesia.

Reklamasi

Jumlah Perusahaan Pengerukan di Indonesia tidak banyak, sampai saat ini IDRA beranggotakan lebih dari 104 perusahaan sudah tergabung yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun sebagian susunan Dewan Pengurus IDRA selengkapnya adalah sebagai berikut :

Ketua Umum : Erick Limin

Wakil Ketua Umum I : Wahyu Hardiyanto

Wakil Ketua Umum II : Jurismahendra

Wakil Ketua Umum III : Bambang Haryanto

Wakil Ketua Umum IV : Adrian Beslar

Sekretaris Jenderal : Wisnu W Pettalolo

Wakil Sekretaris Jenderal I : Maria Kartika

Wakil Sekretaris Jenderal II : Saman Husin

Bendahara Umum : Prasetyo Seno Aji

Wakil Bendahara Umum I : Irfan Kasman

Wakil Bendahara Umum II : Perfieria R.S Kamal

Ketua Kompartemen Bidang Pengerukan : Bambang Sulistiyo

Wakil Ketua Kompartemen Bidang Pengerukan : Handi Kurniawan

Ketua Kompartemen Bidang Reklamasi : Sundra

Wakil Ketua Kompartemen Bidang Reklamasi : Bayu Wardhana

Ketua Kompartemen Bidang Organisasi dan Keanggotaan : Tata Wahyudin

Wakil Ketua Kompartemen Bidang Organisasi dan Keanggotaan : Yosef H. Ratu

Ketua Kompartemen Bidang Iptek, Diklat serta Pengembangan SDM : Surya Pranata

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini