nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PHE ONWJ Cairkan Kompensasi Tahap Awal Rp18,54 Miliar untuk Korban Tumpahan Minyak

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 17:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 11 320 2103541 phe-onwj-cairkan-kompensasi-tahap-awal-rp18-54-miliar-untuk-korban-tumpahan-minyak-eQy6tgjYR8.jpg Minyak Mentah (Reuters)

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi melalui anak usahannya PHE Offshoee North West Java (ONWJ) memberikan kompensasi tahap awal kepada warga yang terdampak tumpahan minyak YYA-1. Sebagai tahap awal, pemberian kompensasi ini diberikan kepada 10.271 warga di Kabupaten Karawang yang terdampak dan sudah terverifikasi.

Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin, mengatakan total dana untuk pembayaran kompensasi tahap awal sebesar Rp18,54 miliar. Secara berkelanjutan pembayaran akan dilakukan di area terdampak lainnya.

 Baca juga: Sumber Kebocoran Tumpahan Minyak Ditutup September

"Pembayaran kompensasi awal ini sebagai itikad baik PHE ONWJ untuk memberikan dana penyangga terlebih dahulu untuk warga terdampak langsung, mengingat kejadian sudah berjalan 2 bulan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (11/9/2019).

 Minyak

Adapun mekanisme pembayaran kompensasi tahap awal akan melibatkan Himpunan Bank Negara (Himbara), yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang dilaksanakan pada 11 September, dimulai dari Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya dan Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya.

 Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Kilang Minyak Balikpapan Kebakaran

“Nilai kompensasi yang diajukan warga terdampak masih dilakukan proses perhitungan sehingga memerlukan waktu lebih banyak dan untuk menjaga proses ini berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan, PHE bekerjasama dengan berbagai instansi dan konsultan akademik sebagai penilai ekonomi untuk penentuan nilai kompensasi akhir,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya mengapresiasi itikad baik dari PHE ONWJ dalam percepatan pemberian kompensasi tahap pertama ini.

 Baca juga: Kilang Balikpapan Kebakaran, Plt Dirjen Migas: Kecil Kok

“ini tentu atas kerjakeras bersama, Pemerintah Kabupaten, PHE ONWJ dan semua instansi sehingga pemberian kompensasi tahap pertama ini dapat berlangsung lancar,” ucapnya.

Cellica menambahkan bahwa selama ini warga terus mendukung dan membantu PHE ONWJ dalam penanganan insiden ini. Khususnya dalam upaya untuk pembersihan ceceran minyak.

VP Relations PHE Ifki Sukarya menambahkan, untuk persyaratan untuk pencairan dana kompensasi tahap awal, warga diwajibkan membuat surat pernyataan yang akan disampaikan pada saat proses aktivasi rekening oleh pihak bank.

Menurut Ifki, pemberian kompensasi kepada warga terdampak berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah diverifikasi. KKP telah melaksanakan pendataan warga terdampak pada 15-18 Agustus 2019 di tiga provinsi, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang tersebar di tujuh kota dan kabupaten, yakni Karawang, Bekasi, Kepulauan Seribu, Kabupaten Serang, Kota Serang, Tangerang, dan Kota Cilegon.

“Data KKP yang sudah masuk (upload) ke sistem per 28 Agustus 2019 sebanyak 14.721. Data tersebut selanjutnya diverifikasi pada 2-9 September 2019 di tiap kabupaten dan kota oleh tim kompensasi yang ditetapkan melalui SK Bupati dan Walikota masing-masing,” jelasnya.

Kompensasi awal disepakati sebesar Rp900 ribu per warga setiap bulan selama dua bulan periode terdampak, yakni Juli-Agustus 2019. Besaran kompensasi berdasarkan hasil koordinasi pemangku kepentingan pada 9-10 September 2019 yang dihadiri Tim Kejaksaan Agung, BPKP, KKP, KLHK, SKK Migas, MUI Jabar dan Kepala Dinas di tujuh kabupaten dan kota. Hasil survei Tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB sebagai konsultan akademik dan mempertimbangkan risiko terkecil dan keputusan pemberian kompensasi awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini