nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diisukan Resesi Ekonomi, Bos OJK: Permodalan Indonesia Masih Kuat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 11 September 2019 18:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 11 320 2103595 diisukan-resesi-ekonomi-bos-ojk-permodalan-indonesia-masih-kuat-dluYbz7wxw.jpg Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menghadapi dampak resesi ekonomi global terhadap ekonomi nasional. Menurutnya, hal itu ditandai dengan kondisi sistem keuangan Indonesia yang dinilai cukup kuat.

"Permodalan kita cukup kuat, likuiditas sudah semakin likuid, inflow dari asing sudah masuk lagi, cadangan devisa juga sudah naik lagi menjadi USD26 miliar. Itu kan suatu tanda yang sudah lebih baik," ujar Wimboh ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Baca Juga: Bank Dunia Ingatkan soal Perlambatan Ekonomi RI, Sri Mulyani Waspada

Dia menyatakan, fundamental ekonomi Indonesia juga cukup kuat karena ditopang oleh konsumsi domestik. Sehingga meskipun permintaan barang dari luar negeri menurun akibat perang dagang, imbasnya kepada pertumbuhan ekspor bukan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

"Jadi negara yang pertumbuhannya mengandalkan eksternal demand atau ekspor itu yang paling berdampak," ujarnya.

Kendati demikian, Wimboh memastikan, Indonesia akan tetap waspada terkait imbas resesi global kepada ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pihaknya bersama pemerintah berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menarik investasi ke dalam negeri.

Baca Juga: The Fed Perkirakan AS Tak Akan Alami Resesi

"Kami tetap mencari sumber pertumbuhan, menarik investor dalam konteks FDI (investasi asing langsung) bukan portofolio. Ini adalah upaya yang terus kami lakukan agar lebih kuat lagi, sehingga dana yang masuk lebih sustainable dan lebih permanent. Kami juga mendorong produk dan services Indonesia bisa menarik membawa dolar masuk, seperti lewat pariwisata," paparnya.

(rhs.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini