nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Kota Baru Akan Miliki Kereta Berbasis Listrik

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 15:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 13 320 2104449 ibu-kota-baru-akan-miliki-kereta-api-berbasis-listrik-CMOYZhUCtY.jpg Ilustrasi Kereta Api Listrik di Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut pembangunan transportasi ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartenagara tidak membutuhkan investasi yang besar. Lantaran hanya transportasi darat saja yang akan dibangun oleh pemerintah.

Menurut Jusuf Kalla, di Kalimantan Timur sudah ada beberapa bandara, yang mana dua di antaranya merupakan bandara besar. Keduanya yakni Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

“Kita tidak perlu investasi banyak karena sudah ada 3 bandara di sana. Paling kereta dari samarinda," ujarnya di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Nantinya, lanjut JK, pembangunan transportasi yang akan dibangun di Ibu Kota baru adalah transportasi umum berbasis rel. Dia pun memastikan kereta yang dubangun ini akan menggunakan energi ramah lingkungan seperti listrik.

"Kereta semuanya menggunakan listrik," ucapnya.

Kereta Cepat

Baca Juga: PUPR Terus Kuatkan Informasi Rantai Pasok Industri Material untuk Ibu Kota Baru

Sebagai infromasi, rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur tidak serta merta membuat pemerintah berpaling dari masalah-masalah yang timbul di Jakarta. Pemerintah berencana untuk menganggarkan sebesar Rp571 triliun untuk mengatasi masalah-masalah di Jakarta dalam bentuk regenerasi urban (urban regeneration).

Anggaran Rp214 triliun untuk pembangunan jalur MRT dari 16 Km ke 223 Km, serta Rp60 triliun untuk pembangunan jalur LRT dari 5,8 Km ke 16 Km. Selain itu, kami anggarkan Rp27 triliun untuk meningkatkan 27 Km inner city railroad dan Rp4 triliun untuk revitalisasi 20.000 kendaraan transportasi publik.

Baca Juga: Bappenas Sebut Anggaran untuk Ibu Kota Baru Bisa Berubah

Pembangunan, bahwa regenerasi urban ini akan melewati beberapa tahap pengembangan, yakni jangka pendek (2019-2022), jangka menengah (2022-2025) dan jangka panjang (2025-2030).

Pemerintah menargetkan manajemen air bersih yang mencakup 100% coverage layanan air bersih untuk penduduk Jakarta dengan pengerahan dana sebesar Rp27 triliun. Untuk manajemen limbah air disiapkan dana sebesar Rp69 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini