nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta PHK Massal, Hantui Unicorn Bukalapak hingga Induk Usaha Bentoel

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 08:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 320 2104629 4-fakta-phk-massal-hantui-unicorn-bukalapak-hingga-induk-usaha-bentoel-Vjzf6hMvIz.jpg PHK (Shutterstock)

JAKARTA - Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK tengah menjadi momok. Pil pahit itu tidak hanya membuat para pekerja cemas, namun juga indikator lesunya ekonomi.

Dalam sepekan terakhir ini setidaknya terdapat 4 kabar buruk yang tengah dihantui PHK. Apa saja? Berikut ini 4 Fakta PHK Massal, Hantui Bukalapak hingga Induk Usaha Bentoel, seperti dirangkum Okezone, Sabtu (14/9/2019).

 PHK

1. British American Tobacco (BAT) Sederhanakan Management

BAT akan segera melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, lantaran ingin menyederhanakan bisnisnya.

 Baca juga: Diisukan Tutup, Giant Poins Square Jual Aset Mesin Kasir hingga Rak Display

Dilansir dari situs resmi BAT, Jakarta, Kamis 12September 2019, induk usaha PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) akan menciptakan perusahaan yang lebih efisien, gesit dan terfokus. Mereka akan melakukan beberapa hal untuk mewujudkan tujuan mereka.

Chief Executive dari BAT Jack Bowles mengatakan, bahwa sejak awal fokusnya adalah untuk membuat perusahaan ini menjadi lebih kuat, simpel, dan memastikan bahwa masa depan perusahaan ini baik-baik saja. Caranya dengan menyederhanakan proses bisnis dan cara kerja.

Keputusan pahit itu membayangi sekira 2.300 pekerja secara global. PHK tersebut fokus pada penyederhanaan dan penghapusan lapisan manajemen. Ditargetkan lebih dari 20% pekerja senior dalam organisasi akan dilakukan penyesuaian.

Program ini akan membuat BAT mencapai target laba hingga 5 miliar poundsterling pada 2023-2024.

Baca juga : Induk Usaha Bentoel Akan PHK 2.300 Pekerja

2. Ritel Lesu, Giant pun Pangkas Karyawan

Baru-baru ini Giant Poin Square mengobral seluruh isi toko. Bahkan mesin kasir pun dijual. Ini merupakan buntut panjang dari keputusan sang induk usaha PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) yang akan menutup 26 toko sejak 2014. PHK ditempuh akibat lesunya industri ritel di dalam negeri.

Corporate Affairs GM Hero Tony Mampuk mengatakan, langkah itu diambil karena perusahaan ingin melakukan efisiensi. Pasalnya, kinerja Hero tak kunjung membaik.

Giant

“Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan, oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang” ujar Tony, dalam keterangan tertulis yang diterbitkan 13 Januari 2019.

Dia menjelaskan, efisiensi tersebut berdampak pada 532 karyawan yang bekerja di toko yang ditutup. Toko-toko yang ditutup bergerak di bisnis makanan yang dinilai tidak bekerja maksimal.

Baca Juga : Efisiensi Jadi Alasan Hero Tutup Toko hingga PHK Karyawannya

3. Unicorn Bukalapak Juga Dihadapkan PHK

Desas-desus adanya pengurangan karyawan di tubuh Bukalapak, ditanggapi serius oleh perusahaan unicorn tersebut. Selang kabar tersebut berhembus, Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo langsung memberikan pernyataan.

Saat Bukalapak berdiri 9 tahun yang lalu, kata Teddy, perkembangan teknologi belum sepesat sekarang. Seiring dengan perkembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju dan beragam, penataan diri di dalam suatu perusahaan tentunya juga harus dilakukan untuk mengikuti dinamika ini.

Menurutnya, Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan, dan dengan

pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup. Bukalapak menargetkan untuk dapat mencapai breakeven bahkan keuntungan dalam waktu dekat.

"Bagi para pengguna dan partner bisnis kami, penataan ini berarti kami bisa memfokuskan diri untuk meningkatkan layanan dan memberi dampak positif lebih luas," demikian dalam keterangan tertulisnya.

4. Pabrik Tekstil Indonesia Kalah Saing

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengaku produk tekstil Indonesia kalah saing dengan China.

Kepada Okezone, Rabu (11/9/2019), dia mengakui ada beberapa pabrik yang tutup karena kalah saing. Sayangnya, Ade enggan menyebut nama-nama dari pabrik tersebut.

Ia hanya memberi petunjuk kalau sebagian besar dari pabrik tersebut berada di Jawa Barat, sisanya di Jawa Tengah.

Dengan demikian, pengangguran di Indonesia semakin bertambah. Sebab, ungkap Ade, terdapat 2.000 lebih pekerja yang terkena dampak dari penutupan pabrik ini.

1
3

Berita Terkait

PHK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini