Soal Investasi, Kepala Bappenas: Yang Senang Hanya Pulau Jawa

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 September 2019 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 16 320 2105554 soal-investasi-kepala-bappenas-yang-senang-hanya-pulau-jawa-iiobkfgbDw.jpg Bappenas: Yang Senang Hanya Pulau Jawa (Foto: BPMI)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan investasi yang masuk ke Indonesia masih berpusat di Pulau Jawa. Bahkan jika dibandingkan dengan pulau lainya yakni Sulawesi, Kalimantan hingga Papua, Jawa dan Sumatera masih lebih besar jumlah investasi yang masuknya.

 Baca Juga: Kabar Baik, Investasi di RI Naik 9% Jadi Rp395 Triliun

Menurut Bambang, alasan mengapa banyak investasi yang masuk ke Sumatera dan Jawa karena Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kawasan tersebut masih tinggi di bandingkan wilayah lain. Berdasarkan data yang dimiliki, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari kedua wilayah tersebut mendominasi hampir 80% dari PDB Indonesia.

"Kalau Pulau Jawa dominan, maka opportunity orang Jawa punya income lebih besar dibandingkan Kalimantan. Otomatis peluang perbaikan income di sana terbatas apalagi di Maluku dan Papua kontribusinya hanya sekian persen," ujarnya dalam sebuah diskusi tentang Ibu Kota Negara Baru di Kantor Kementerian PPN,Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca Juga: Pulau Jawa Masih Jadi Destinasi Utama Investasi Indonesia

Bambang menambahkan, berdasarkan data yang ada di Bappenas, hampir selama 35 tahun kontribusi PDRB di Pulau Jawa dan Sumatera tidak pernah mengalami penuruhan. Penurunan hanya terjadi pada saat krisis ekonomi pada tahun 1998.

Namun penurunannya tidak terlalu signifikan. Sebab, pada krisis 1998, kontribusi PDRB Jawa dan Sumatera menjadi 79,8%.

"Pada tahun 1983 sebesar 81,8% 35 tahun tidak bergerak masih 80,1% di 2018.Ketimpangan antar daedah tidak pernah disentuh. Tahun 1998 turun sebesar 79,8% kemudian dia naik lagi," katanya.

 Bappenas

Oleh karena itu, untuk melakukan pemerataan ketimpangan antar daerah tersebut salah satu langkah nyatanya adalah pemindahan lokasi ibu kota negara ke wilayah Kalimantan. Dengan demikian, pusat investasi tidak hanya bergantung di Pulau Jawa saja, melainkan akan menjangkau keseluruhan.

"Di 2045 apakah kita mau liat grafik tetap seperti ini? yang senang hanya Jawa dan Sumatera ini tidak adil bagi orang yang di luar Pulau Jawa," kata Bambang.

"Mana masalah lebih serius ketimpangan kelompok pendapatan atau ketimpangan antar daerah? Saya akan jawab ketimpangan antar daerah. Karena itu penyebab antar kelompok pendapatan," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini