nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Properti Harap Dilibatkan Susun Regulasi dan Insentif

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 12:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 470 2106304 pengusaha-properti-harap-dilibatkan-susun-regulasi-dan-insentif-qpZqjndgQA.jpeg Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Properti Hendro Gondokusumo (Foto: Okezone.com/Dok. Kadin)

JAKARTA - Pengusaha properti mengaharapkan keselarasan antara regulasi dan insentif. Langkah ini untuk mendorong pertumbuhan sektor properti yang mencoba bangkit dari keterpurukan sejak 2014 lalu.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Properti Hendro Gondokusumo mengatakan, saat ini banyak kebijakan pemerintah yang justru merisaukan pengusaha properti. Salah satu contohnya adalah kebijakan Undang-Undang Pertanahan.

Penjualan Properti Belum Akan Tumbuh Signifikan di 2019

Karena menurutnya, ada beberapa pasal yang berpotensi menimbulkan masalah. Misalnya masalah pajak progresif yang justru menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha properti.

"Aturan, UU Pertanahan masih cukup merisaukan pelaku usaha di sektor ini. Kadin Indonesia dan asoasiasi bergerak, sudah beri masukan revisi UU Pertanahan, ada beberapa pasal yang berpotensi timbul masalah. Pajak progresif pemilik lahan lebih dari satu," ujarnya dalam acara Rakornas bidang Properti KADIN, di Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga: Apartemen Seluas Parkiran Satu Mobil Laris Manis di Amerika Latin

Memang, lanjut Hendro, dirinya menyadari jika aturan UU Pertanahan ini dilakukan untuk mengatasi spekulan pada harga tanah yang terus melambung. Hanya saja pemerintah kurang merinci seperti apa kebijakan tersebut.

"Katanya sudah dikeluarkan dari UU. Pemerintah takut spekulasi buat harga tanah mahal. Tapi kadang kita kurang penjelasan, jadi investor pembeli rumah dan lain-lain ragu boleh tidak membeli lebih dari satu rumah. Ini bisa menimbulkan kontraproduksi, konsumen, perbankan, analis bertanya kepada kami karena belum jelas," kata dia.

Penjualan Properti Belum Akan Tumbuh Signifikan di 2019

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah selalu melibatkan pengusaha untuk membuat regulasi. Karena hanya pengusaha yang mengetahui kondisi terkini dari sektor industri properti.

"Keselarasan regulasi dan insentif diperlukan industri properti untuk tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 174 industri ikut di belakang properti, mulai indsutri perumahan dan industri berat. Untuk pro bisnis harapan ada dialog harmonis. Kami selalu siap bila diperlukan pemerintah menjadi pendamping," jelas Hendro.

Baca Juga: Kilas Balik 9/11, Ambruknya WTC Gedung Pencakar Langit Kebanggaan Amerika

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini