JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta semua pihak menjaga stabilitas politik di dalam negeri, sehingga tidak berdampak negatif pada perekonomian. Sebab kondisi perekonomian nasional juga tengah terbebani dengan perlambatan ekonomi global.
Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan, demo yang saat ini tengah dilakukan oleh para mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia, belum mendapatkan sentimen negatif dari para pelaku usaha maupun investor. Oleh sebab itu, kondisi saat ini perlu segera diredam.
Baca Juga: Rupiah Merana ke Rp14.113/USD di Tengah Aksi Demo
"Situasi sekarang ini mungkin perlu untuk kita semua menjaganya, untuk mengembalikan momentum dan stabilitas, sehingga kita juga lebih fokus kepada risiko yang berasal dari luar (global)," ujar dia di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dia menjelaskan, melambatnya perekonomian global semakin terasa memberatkan ekonomi nasional. Hal itu tercermin dari pendapatan negara yang hingga akhir Agustus 2019 mengalami perlambatan.
Baca Juga: RUU APBN 2020 Disahkan Jadi UU di Tengah Aksi Demo
Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara mencapai Rp1.189,28 triliun hingga Agustus 2019, hanya mampu tumbuh 7,3% dari periode sama di tahun lalu. Padahal pada akhir Agustus 2018 pendapatan negara mampu tumbuh hingga 18,4%.
"Kita berharap dalam situasi saat ini tentu stabilitas politik akan bisa pulih, karena memang di luar negeri sekarang ini memberikan beberapa risiko (ke ekonomi dalam negeri)," katanya.
Oleh sebab itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, berharap permasalahan yang saat ini terjadi bisa diselesaikan melalui proses politik, sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Sehingga segera teratasi dan tidak memberikan sinyal negatif bagi pelaku usaha dan investor.
"Tentu berharap bahwa hal-hal yang jadi pemicu bisa dibahas melalui proses-proses politik yang ada. Sehingga tidak menimbulkan dampak sentimen yang lebih luas," tutupnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.