nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RUU APBN 2020 Disahkan Jadi UU di Tengah Aksi Demo

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 24 20 2108681 ruu-apbn-2020-disahkan-jadi-uu-di-tengah-aksi-demo-AR2b8NtuUd.jpg RUU APBN 2020 Disahkan Jadi UU (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 menjadi Undang-Undang (UU). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada hari ini di tengah aksi demo yang terjadi di DPR.

 Baca Juga: Dibawa ke Rapat Paripurna, Besok APBN 2020 Disahkan Jadi Undang-Undang

Pembahasan APBN 2020 masuk dalam agenda ketiga dari Rapat Paripurna yang mulai dibahas sejak pukul 14.30 WIB. Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tersebut, meski bangku di ruang rapat nampak kosong, namun tercatat daftar kehadiran ditandatangani oleh 288 anggota DPR RI dari seharusnya 560 anggota dari 10 fraksi.

"Apakah pembicaraan pengambilan keputusan RUU APBN 2020 dapat disetujui menjadi UU?," tanya Fahri kepada anggota DPR RI dalam rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani hingga Gubernur BI Rapat Pengesahan RAPBN 2020 di Banggar

Mendapatkan pertanyaan tersebut, serentak anggota DPR RI menyatakan kesepakatannya untuk menjadikan UU APBN 2020

"Setuju," sahut anggota DPR, yang dilanjutkan pengetokan palu sidang oleh Fahri sebagai bentuk pengesahan.

 RUU APBN 2020 Jadi UU

Dalam postur APBN 2020 yang telah disepakati terdapat beberapa perubahan dari usulan awal yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Nota Keuangan, 16 Agustus 2019.

Pada asumsi makro terjadi perubahan harga minyak mentah Indonesia (ICP) menjadi USD63 per barel dari sebelumnya USD65 per barel. Kemudian lifting minyak bumi menjadi 755 ribu barel per hari dari semula 734 ribu barel per hari.

Namun untuk asumsi makro lainnya tidak mengalami perubahan. Pertumbuhan ekonomi tetap ditargetkan mencapai 5,3% dan inflasi 3,1%. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diperkirakan Rp14.400 per USD, serta lifting gas bumi mencapai 1,19 juta barel setara minyak per hari.

Dengan perubahan asumsi makro yang optimistis tersebut tersebut, maka terjadi perubahan pada pendapatan dan pengeluaran negara yang mengalami kenaiakan Rp11,6 triliun.

Tahun depan pendapatan ditargetkan sebesar 2.233,2 triliun, mengalami kenaikan dari usulan awal sebesar Rp2.221,5. Lalu belanja negara menjadi Rp2.540,4 triliun dari usulan awal Rp2.528,8 triliun.

Kesamaan kenaikan antara pendapatan dan belanja negara tersebut, maka tidak terjadi perubahan dalam target defisit anggaran. Dalam APBN 2020 ditargetkan defisit sebesar Rp307,2 triliun atau setara 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kami menilai penetapan indikator tersebut cukup realistis meskipun dinamika global yang tinggi masih akan terus menciptakan ketidakpastian bagi asumsi diatas," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam kesempatan yang sama.

Berikut rincian postur APBN 2020:

Asumsi Makro

Pertumbuhan ekonomi 5,3%

Inflasi 3,1%

Nilai tukar rupiah Rp14.400 per USD.

Tingkat bunga SPN 3 Bulan 5,4%

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD63 per barel

Lifting minyak bumi 755 ribu per barel per hari

Lifting gas bumi 1,19 juta barel setara minyak per hari

Target Pembangunan

 

Tingkat pengangguran 4,8-5%

Angka kemiskinan 8,5%-9%

Indeks gini rasio: 0,375-0,380

Indeks pembangunan manusia (IPM): 72,51

Pendapatan dan Belanja Negara

Pendapatan negara sebesar Rp2.233,2 triliun. Terdiri dari penerimaan perpajkan sebesar Rp1,865,7 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp366,9 triliun, serta penerimaan hibah sebesar Rp500 miliar.

Belanja negera sebesar Rp2.540,4 triliun. Terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.683,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp856,9 trliiun.

Defisit APBN 2020

Defisit ditargetkan sebesar Rp307,2 triliun atau setara 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pembiayaan defisit APBN 2020 akan bersumber dari pembiayaan utang Rp351,9 triliun, pembiayaan investasi negatif Rp74,2 triliun, pemberian pinjaman Rp5,1 triliun, kewajiban penjaminan negatif Rp600 miliar, dan pembiayaan lainnya Rp25 triliun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini