nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Ricuh, Penumpang MRT Jakarta Cetak Rekor

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 17:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 26 320 2109720 demo-ricuh-penumpang-mrt-jakarta-cetak-rekor-5tvXLWklvX.jpg Jumlah Penumpang MRT Cetak Rekor (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - PT Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mencatat rekor jumlah penumpang pada tanggal 24 dan 25 September 2019. Hal tersebut imbas dari aksi demo yang terjadi selama dua hari berturut-turut.

 Baca Juga: Sempat Mati Listrik di Jakarta-Tangsel, MRT Tetap Lancar

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pada tanggal 24 sebenarnya MRT Jakarta mencatatkan rekor penumpang sepanjang berdirinya MRT Jakarta yakni sebesar 113.640 penumpang. Kemudian pada sehari berikutnya yakni pada 25 September dengan 121.076 penumpang.

“Kemaren 25 September 121.076 penumpang kita mencatatkan rekor. Sebelumnya juga sebetulnya kita rekor juga 113.640 penumpang,” ujarnya dalam acara paparan di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

 Baca Juga: Ibu Kota Pindah, MRT Jakarta Fase II Tetap Sesuai Target

Sementara itu berdasarkan data penumpang dari tanggal 25 Agustus hingga 25 September mencatatkan jumlah penumpang sebesar 2,2 juta. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12%.

“2,2 juta per 25 September. Rata rata 90.386 per hari. Kenaikan jumlah penumpang naik 12%. Kenaikan signifikan,” ucapnya.

 Demo

Untuk tahun ini, MRT Jakarta menargetkan jumlah rata-rata penumpang sebesar 100.000 per hari. Dirinya yakin dengan upaya-upaya yang dilakukan target jumlah penumpang rata-rata 100.000 per hari bisa tercapai.

William menambahkan, meskipun mencatatkan rekor jumlah penumpang pada aksi demo lalu, namun tidak ada satupun fasilitas MRT Jakarta yang rusak. Karena pihaknya menyiapkan petugas keamanan untuk menyaring para penumpang yang berpotensi anarkis.

“Perilaku penumpang mereka baik. Tidak ada (fasilitas yang rusak). Perilaku penumpang juga sopan kalau tidak sopan kita maka dibatasi,” katanya.

Demo

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini