nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuota FLPP Habis, Pengembang Hentikan Pembangunan Rumah Subsidi

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 14:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 29 470 2110678 kuota-flpp-habis-pengembang-hentikan-pembangunan-rumah-subsidi-WnR2lTPxcW.jpg Rumah Subsidi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pengembang mulai menghentikan pembangunan rumah subsidi. Hal ini menyusul belum jelasnya kapan anggaran tambahan atau kuota tambahan dari rumah subsidi itu akan di cairkan.

Ketua Umum Himpera Endang Kawidjaja mengatakan, karena tak kunjung cair, para pengembang pun tidak memiliki modal untuk membangun lagi. Pasalnya, rumah yang sudah dibangun pun tak kunjung akad mengingat habisnya kuota rumah subsidi.

"Stop bangun sudah pasti. Stop bangun karena enggak punya modal untuk terus," ujarnya kepada Okezone, Minggu (29/9/2019).

Menurut Endang, sejatinya para pengembang sudah menghentikan pembangunan rumah subsidi sejak Agustus lalu. Ketika itu, kuota pembiayaan rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih belum habis.

"Belum lama sih sekitar agustus," ucapnya.

Menurut Endang, para pengembang sebenarnya sudah percaya kepada pemerintah. Sehingga sejak awal tahun, para pengembang langsung tancap gas membangun rumah subsidi.

Bahkan ketika pertengahan tahun kuota mulai menipis, para pengembang terus tancap gas untuk membangun. Karena, para pengembang sangat percaya pemerintah apasti akan gerak cepat jika kuota rumah subsidi habis.

"Pengembang udah tau sejak lama tapi pengembang enggak percaya kalo pemerintah enggak menambah tepat waktu.Selama ini cukup jadi kita terus bergerak dengan penuh kepercayaan kepada pemerintah akan ditambah pada saatrnya," jelasnya

Sebagai informasi sebelumnya,tambahan anggaran untuk rumah subsidi dengan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih belum jelas. Pasalnya, hingga saat ini Kementerian Keuangan masih belum bisa memastikan kapan anggaran tersebut bisa dicairkan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pihaknya masih melakukan diskusi dengan lintas Kementerian Lembaga lainya. Termasuk juga bagaimana mekanisme pencairan danannya dan juga jumlah anggaran yang akan dicairkan.

“Masih didiskusikan oleh pemerintah untuk FLPP. Intinya bentuknya akan ditunjuk pemerintah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Saat ditanyai mengenai target pembahasan tersebut Askolank menyebut akan dilakukan secepatnya tanpa menyebutkan tanggal pastinya. Padahal sdah banyak pengembang yang mengeluh dan akhirnya menghentikan pengerjaannya.

Meskipun begitu, Askolani menyebut pemerintah akan terus mendukung pembangunan rumah subsidi. Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada para pengembang untuk tidak menghentikan pembangunannya.

““Nanti yaa sedang kita kaji. Pemerintah akan dukung untuk bisa meningkatkan pembangunan rumah untuk MBR. Untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini