Sebagai informasi sebelumnya,tambahan anggaran untuk rumah subsidi dengan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih belum jelas. Pasalnya, hingga saat ini Kementerian Keuangan masih belum bisa memastikan kapan anggaran tersebut bisa dicairkan.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pihaknya masih melakukan diskusi dengan lintas Kementerian Lembaga lainya. Termasuk juga bagaimana mekanisme pencairan danannya dan juga jumlah anggaran yang akan dicairkan.
“Masih didiskusikan oleh pemerintah untuk FLPP. Intinya bentuknya akan ditunjuk pemerintah,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Saat ditanyai mengenai target pembahasan tersebut Askolank menyebut akan dilakukan secepatnya tanpa menyebutkan tanggal pastinya. Padahal sdah banyak pengembang yang mengeluh dan akhirnya menghentikan pengerjaannya.
Meskipun begitu, Askolani menyebut pemerintah akan terus mendukung pembangunan rumah subsidi. Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada para pengembang untuk tidak menghentikan pembangunannya.
““Nanti yaa sedang kita kaji. Pemerintah akan dukung untuk bisa meningkatkan pembangunan rumah untuk MBR. Untuk membantu masyarakat,” ucapnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.