Jokowi Ingin Berkantor di Ibu Kota Baru pada 2024

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 01 470 2111668 jokowi-ingin-berkantor-di-ibu-kota-baru-pada-2024-myyzTeG3rc.jpg Jokowi Ingin Berkantor di Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Tim Komunikasi Ibu kota Negara (IKN)/Sekretaris Menteri PPN/Bappenas Himawan Hariyoga Djojokusumo mengatakan, ada tujuh kriteria penentuan lokasi ibu kota negara, yaitu: lokasi strategis, tersedia lahan luas, bebas bencana, tersedia sumber daya air, dekat dengan kota excisting yang sudah berkembang, potensi konflik sosial rendah; dan memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan.

 Baca Juga: Bangun Ibu Kota Baru, Konsesi Lahan Sukanto Tanoto Segera Dicabut

Berdasarkan kriteria tersebut, lalu tersaring tiga lokasi di luar Jawa yang aman dan bebas terhadap risiko bencana gempa bumi, gunung berapi dan tsunami.

“Kalimantan relatif rendah risikonya. Kalau Sumatra masih bagian barat, tidak di tengah Indonesia,” ungkap Himawan seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (1/10/2019).

 Baca Juga: Tidak Ujug-ujug, Begini Proses Jokowi Putuskan Ibu Kota Pindah

Himawan menambahkan, ibu kota juga harus memiliki akses dengan perairan laut. Sekretaris Menteri PPN/Bappenas itu menilai, keputusan yang diambil Presiden untuk memindahkan lokasi ibu kota negara di wilayah antara Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Kabupaten Paser Penajam Utara, Provinsi Kalimantan Timur sudah berdasar pada kajian teknokratis.

 Ibu Kota Pindah

Dalam kesempatan itu Sekretaris Menteri PPN/Bappenas Hirmawan Hariyoga menyindir pandangan yang disampaikan sejumlah kalangan terhadap posisi ibu kota negara.

“Yang harus dipahami, yang ingin dibuat adalah pusat administrasi pemerintahan,” terang Hirmawan seraya menyindir pandangan seolah-olah mengatakan setelah Jakarta banyak masalah, pemerintah tidak bertanggung jawab dengan pindah ibu kota.

 Desain Ibu Kota Baru

Padahal, tegas Himawan, pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk Jakarta. Himawan menyampaikan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin bisa berkantor di lokasi baru ibu kota negara RI itu pada 2024.

“Ini PR (pekerjaan rumah) besar Kementerian PUPR,” tukasnya.

Rencana Pemindahan Ibu Kota ini, jelas Ketua Tim Komunikasi Ibu Kota Negara, sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menjadikan Indonesia nanti negara maju dan negara berpenghasilan tinggi. “Saat ini posisi kita negara berpenghasilan menengah ke arah atas. Negara maju itu, negara berpenghasilan tinggi,” kata Himawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini