nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Gas Batal Naik, Apa Alasannya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 21:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 04 320 2113049 harga-gas-batal-naik-apa-alasannya-HYmjVJGc7A.jpg Harga Gas Batal Naik (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Rencana kenaikan harga gas yang telah ditetapkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada 1 Oktober 2019 dibatalkan. Hal ini dikarenakan desakan pengusaha ke pemerintah agar menyiapkan harga gas murah demi keberlangsungan industri.

 Baca Juga: Tak Semua Mahal, Harga Gas di Indonesia USD5/MMBTU

Kenaikan harga gas industri adalah kebijakan strategis yang telah disusun badan usaha sebagai korporasi dan seharusnya tidak boleh diintervensi secara politik.

"PGN harus mampu menyampaikan kondisi yang dihadapi oleh korporasi saat ini serta beban-beban yang dihadapi terkait dengan subsidi yang memberatkan kinerja korporasi dalam menghadapi tantangan persaingan pasar minyak dan gas bumi di masa depan," kata Ekonom Konstitusi Defiyan Cori dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

 Baca Juga: Pengusaha Minta Harga Gas Diturunkan Jadi USD6 per MMBTU

Defiyan mengatakan, harga hulu gas yang dibebankan pada tahun 2018 yaitu USD6-8/MMBTU dibanding dengan negara lain di kawasan ASEAN, seperti Thailand dan Malaysia yang hanya masing-masing sebesar USD5,4-6,3/MMBTU dan USD4,5-6/MMBTU.

Menurutnya, para pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia juga harus menerapkan prinsip-prinsip profesional dan pendekatan manajemen yang efisien dan efektif dalam mengelola perusahaannya sehingga tak selalu bergantung pada subsidi BBM dari BUMN.

"Kami menolak penundaan kenaikan harga gas industri dalam mengemban misi negara untuk kemandirian ekonomi, mengatasi defisit migas dan APBN, mengarahkan subsidi pada kelompok yang tepat sasaran, serta memajukan perekonomian bangsa," katanya.

 Gas

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini