Dapat Rp2,5 Triliun, SMF Bakal Bangun Rumah Murah hingga PNS

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 04 470 2112979 dapat-rp2-5-triliun-smf-bakal-bangun-rumah-murah-hingga-pns-hMByHxxFLH.jpg Ilustrasi Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PNM) dari pemerintah pada 2020 sebesar Rp2,5 triliun. Hal itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Baca Juga: Pembiayaan Rumah Murah, Presiden Jokowi Suntik SMF Rp800 Miliar

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dengan adanya penambahan PMN pada 2020, SMF akan mendukung pemenuhan backlog perumahan melalui pembiayaan 102.500 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada program KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan porsi 25%. Sebelumnya porsi pembiayaan SMF 10%.

Rumah Shutterstock

"Kami juga akan membiayai 17.000 unit rumah pada program KPR pasca bencana dan progran KPR SMF bagi ASN, TNI dan Polri," ujar dia di Kantor DJKN Kemenkeu Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga: SMF Salurkan KPR Capai Rp11,88 Triliun selama 2018

Dia menjelaskan, penambahan PNM kepada SMF bertujuan untuk mendukung program satu juta rumah. Kemudian menurunkan porsi atau beban pemerintah dalam KPR FLPP, menambah jumlah rumah yang dibiayai melalui leveraging yang dilakukan oleh perseroan, serta menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR yang menjalankan program pemerintah.

"Lalu membantu program pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Mendukung program KPR ASN, TNI/POLRI. Dan meningkatkan pembiayaan perumahaan yang secara bertahap akan mendorong bergeraknya sektor riil yang berarti membuka lapangan kerja," tutur dia.

Menurut dia, dengan total modal disetor sebesar Rp6,8 triliun, SMF telah mampu mengalirkan dana penyalur KPR secara kumulatif sampai dengan Juni 2019 mencapai Rp52,85 triliun.

"Yang dilaksanakan dengan memfasilitasi sekuritisasi sebesar Rp10,15 triliun. Dan penyaluran pinjaman (refinancing), sebesar Rp42,69 triliun," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini