nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerapan Kemasan Polos Picu Maraknya Produk Ilegal

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 19:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 320 2114895 penerapan-kemasan-polos-picu-maraknya-produk-ilegal-Ku9OyIhzCp.jpg Pembatasan Merek dan Kemasan Polos Dikeluhkan Pengusaha. (Foto: Okezone.com/Everydollar)

JAKARTA – Banyak negara sudah menerapkan kebijakan pembatasan merek (brand restriction) dan kemasan polos (plain packaging). Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) khawatir kebijakan tersebut diterapkan juga di Indonesia.

Baca Juga: Standarisasi Kemasan Polos Rokok dan Mamin Perlu Dikaji

Sekretaris Umum Apindo, Eddy Hussy mengatakan pembatasan merek dan kemasan polos membatasi ruang gerak pengusaha.

Belanja

"Kebijakan ini dinilai membawa dampak buruk, mulai dari pemboncengan reputasi, pemalsuan, dan maraknya produk ilegal," ujar dia di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: 4 Industri Potensial RI Siap Bersaing di Global, Begini Penjelasannya

Rencananya, lanjut dia, pembatasan merek dan kemasan polos di Indonesia dilakukan melalui berbagai cara. Mulai gambar kemasan, distribusi titik penjualan, serta pembatasan promosi dan iklan produk tertentu, seperti rokok dan susu formula.

"Tak hanya itu, pembatasan merek dan kemasan polos akan mematikan produk dengan ekuitas merek rendah. Mereka tidak bisa bersaing dengan merek yang sudah ada sebelumnya," jelas dia.

Asian-Pacific Chief Representative International Trademark Association, Seth Hays menyebut kebijakan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga ada di Australia, Ekuador, Chile, Thailand, serta Afrika Selatan.

"Alasan kebijakan ini terutama karena kesehatan, mulai dari produk tembakau, alkohol, makanan dengan kandungan gula dan garam, dan lainnya mengalami pembatasan," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini