nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bursa Saham Asia Dibuka Menguat Ditopang Angin Segar dari Pertemuan AS-China

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 08:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 14 278 2116507 bursa-saham-asia-dibuka-menguat-ditopang-angin-segar-dari-pertemuan-as-china-pPTD2krFdy.jpg Saham (Shutterstock)

SIDNEY - Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini ditandai dengan adanya kemajuan mengenai perang dagang AS-China.

Melansir Reuters, Senin (14/10/2019), pasar saham Jepang awal pekan ini tidak ada perdagangan karena adanya libur di negara sakura tersebut. Sementara itu, Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik selain Jepang naik tipis 0,5%.

 Baca juga; Bursa Asia Dibuka Menguat di Tengah Harapan Perang Dagang China-AS

Sementara itu, untuk indeks utama Australia naik 0,9%. Sedangkan bursa saham Korea Selatan (KOSPI) naik 1,3%.

 Saham

Sentimen penguatan tersebut dikarenakan Presiden Donald Trump mengatakan fase pertama dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan China. Selain itu, menunda kenaikan tarif, meskipun para pejabat di kedua belah pihak mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

 Baca juga: Bursa Asia Dag Dig Dug Jelang Pertemuan Trump dengan Kim Jong-un

Kesepakatan yang muncul, yang mencakup pertanian, mata uang dan beberapa aspek perlindungan kekayaan intelektual, akan mewakili langkah terbesar oleh kedua negara dalam 15 bulan.

"Substansi ini lebih sesuai dengan perpanjangan gencatan senjata - meskipun itu yang terbaik yang bisa diharapkan pasar," kata Tapas Strickland, seorang direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank.

 Baca juga: Pantau Pembicaraan Perdagangan AS-China, Bursa Saham Asia Mixed

"Namun, tidak mungkin 'kesepakatan parsial' akan berbuat banyak untuk memberikan kepastian kepada investasi perusahaan dan merekrut keputusan di AS atau di tempat lain," tambahnya.

Dengan demikian, lanjutnya, kemungkinan ketidakpastian global masih akan membebani perekonomian. Namun, masih ada penangkal tekanan tersebut, yaitu pemangkasan suku bunga AS. Diprediksi bahwa 72% peluang Federal Reserve akan memangkas suku bunganya pada pertemuan di akhir bulan ini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini