Jakarta Terancam Tenggelam, Tak Layak Jadi Tempat Tinggal?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 15 470 2117238 jakarta-terancam-tenggelam-tak-layak-jadi-tempat-tinggal-KASZa1mqu9.jpg Jakarta Tenggelam (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Permukaan tanah di daerah Jakarta dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Salah satu yang menyebabkan terjadinya penurunan ini adalah penggunaan air tanah yang dilakukan secara terus menerus.

 Baca Juga: Tanah Turun 40 Meter, Waspada Jakarta Tenggelam

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, sudah saatnya masyarakat mencari alternatif lain dalam mendapatkan air bersih. Karena jika terus menerus digunakan Jakarta akan menjadi kota yang tidak layak huni

"Ini sangat penting. Kalau tidak Jakarta, mungkin tidak layak untuk menjadi tempat tinggal. Karena ini kalau dibiarkan terus, mungkin ekologi lingkungannya akan banyak terganggu," ujarnya dalam acara Media Gathering di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Baca Juga: Jakarta Diprediksi Tenggelam Lebih Cepat dari Kota Lain di Dunia

Menurut Jonan, salah satu yang bisa digunakan untuk mendapatkan air bersih adalah dengan pemanfaatan pengelolaan air sungai. Di beberapa negara maju bahkan pengelolaan air tanah sebagai sumber air bersih bahkan sudah dilakukan.

Misalnya adalah dengan menggunakan PDAM sebagai sumber air bersihnya. Sebab, sumber air dari PDAM pada dasarnya adalah mengambil atau mengelola air dari permukaan tanah seperti sungai hingga waduk.

"Jadi mengelola air harusnya dari sungai atau dari apa, tidak dari air tanah. Karena bebannya juga besar," kata Jonan.

 Jakarta Tenggelam

Menurut Jonan, saat ini warga Jakarta yang menggunakan air bersih dari PDAM masih sangat minim sekali. Berdasarkan data Badan geologi barus sekitar 40% saja warga Jakarta yang menggunakan air bersih, sementara 60% menggunakan air tanah seperti sumur.

“Saya pakai air PDAM di rumah. Memang air PDAM baru bisa melayani 40%. Kalau perlu bisa diekspansi itu air bakunya bisa dari sungai waduk tidak dari air tanah soalnya bebannya terlalu besar,” katanya.

Baca Juga: Jakarta Diprediksi Bakal Tenggelam, DPRD: Sebetulnya Sudah Tahu dari Dulu

Sementara itu lanjut Jonan, pemerintah sendiri akan melakukan pembatasan izin rekomendasi penggunaan air tanah kepada para pengusaha dan pelaku industri. Dalam hal ini, pemerintah menggandeng pemerintah provinsi DKI Jakarta yang mana sejak 2015, izin penggunaan air tanah berasal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Saya percaya gubernur sekarang sangat concern mengenai lingkungan hidup ekologi, dan kementerian ini juga punya concern yang besar juga soal air tanah," ucapnya.

Banjir

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini