nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asing Cuma Punya 40% di SBN, Begini Penjelasannya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 20:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 16 20 2117876 asing-cuma-punya-40-di-sbn-begini-penjelasannya-usi8uqMWWN.jpeg Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah dengan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN). Namun dalam penerbitan SBN pemerintah selalu menjaga agar porsi kepemilikan asing tidak melebih 40%.

Direktur Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Wahyu Trenggono menyatakan, sebenarnya obligasi pemerintah selalu menarik bagi investor, utamanya oleh asing. Hal itu tercermin dari penawaran masuk yang mencapai dua kali lipat setiap dilakukan lelang SBN.

Baca Juga: Ditanya soal Indonesia Darurat Utang, Sri Mulyani: Mahasiswa Harus Bisa Baca Data

"Jadi sebenarnya pemerintah mudah saja menaikkan porsi asing lebih dari 40% bahkan 70%, itu bukan sesuatu yang tidak mungkin," ujarnya dalam acara diskusi dengan wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Lalu mengapa pemerintah selalu menjaga batasan kepemilikan asing di 40%?

Wahyu menjelaskan, hal itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketergantungan terhadap pendanaan asing. Bahkan menurutnya, pemerintah tengah berupaya menekan kepemilikan asing ke level 35% hingga 25%. Aliran modal asing yang masuk ke Indonesia lewat SBN merupakan aliran dana yang bersifat jangka pendek (hot money). Artinya jika terjadi guncangan di pasar global, dana tersebut bisa dengan mudahnya pergi dari Indonesia.

rupiah

"Karena perlu diingat jika terjadi pelemahan 1% pada nilai tukar Rupiah, maka akan terjadi ouflow (arus modal asing keluar) Rp4,2 triliun di pasar SBN," jelas dia.

Oleh sebab itu, Wahyu menekankan, pemerintah memang perlu menjaga porsi kepemilikan asing untuk menjaga pasar keuangan dalam negeri.

"Kalau asing pegang banyak sekali kalau di jual pasar keuangan langsung drop. Jadi ada misi untuk jaga pasar agar tidak terguncang dengan kondisi global, dengan meminimalkan peran asing," tutupnya.

Sekedar diketahui, saat ini porsi kepemilikan asing di SBN sebesar 38,46% dengan nominal Rp1.033,8 triliun dari keseluruhan SBN sebesar Rp2.687,9 triliun hingga pertengahan Oktober 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini