nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tahun Jokowi-JK, Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 14:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 17 320 2118154 5-tahun-jokowi-jk-tingkat-kemiskinan-dan-pengangguran-turun-NrWaqfRQGT.jpg 5 Tahun Jokowi-JK, Tingkat Kemiskinan Turun (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama periode pertama tahun 2014-2019 mampu menurunkan tingkat kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran.

Tercatat, tingkat kemiskinan turun dari 11,3% menjadi 9,4%. Sementara, tingkat ketimpangan sosial membaik dari semula di angka 0,406 menjadi 0,382, dan tingkat pengangguran terbuka 5,7% menjadi 5,0%.

 Baca Juga: Pemerintah Pede Tingkat Kemiskinan 2019 Mencapai 9,2%

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan pemerintah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan menjadi single digit.

"Pemerintahan Pak Jokowi dimulai akhir tahun 2014 di tengah-tengah kondisi global yang terus mengalami gejolak tren penurunan harga komoditas yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah hasil nyata berhasil dicapai," kata Bambang di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

 Baca Juga: Ketimpangan RI Vs Brasil, Sri Mulyani: Di Sana Ada Neymar Pemain Bola Super Kaya

Bambang menambahkan, mengenai fokus pembangunan di periode kedua Presiden Jokowi akan mendorong lebih peran investasi dan ekspor serta mengurangi ketergantungan pada komoditas.

“Pengembangan industri berbasis manufaktur akan menjadi prioritas utama Presiden Jokowi pada tahun 2020 hingga 2024,” katanya.

 Kepala Bappenas

Menurut pengamat ekonomi Hendri Saparini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat stabil dan solid di kisaran 5% selama lima tahun terakhir di mana beberapa negara besar seperti China dan India mengalami penurun yang lebih dalam dari kisaran 8% menjadi 6%.

“Saya rasa ini sebuah apresiasi kepada Pemerintah Presiden Joko Widodo, bahwa kondisi global yang sulit, namun pertumbuhan ekonomi tetap dijaga stabil dan kualitas pembangunan yang ditunjukkan dengan tingkat kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran terus membaik,” ujar Hendri.

Sementara itu, pengamat ekonomi Bank Mandiri Dendi Ramdani mengapresiasi penurunan tingkat kemiskinan ini berhasil dicapai oleh pemerintah pada saat ekonomi global sedang melambat.

“Penurunan kemiskinan ini menunjukkan kebijakan Pemerintah yang pro kesejahteraan rakyat berjalan efektif. Efektifitas ini ditunjukkan dengan peningkatan akses rakyat kepada kebutuhan dasar, seperti peningkatan akses air minum dari 59,22% di tahun 2015 menjadi 72,79% di tahun 2019, peningkatan sanitasi layak dari hanya 46,63% menjadi 74,34% sepanjang 2015-2019," ujar Dendi.

 Kemiskinan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini