Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Kapal Patroli Made in RI Senilai Rp86 Miliar

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 19 Oktober 2019 |09:06 WIB
Mengintip Kapal Patroli <i>Made in</i> RI Senilai Rp86 Miliar
Kapal Patroli (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) akan memiliki dua kapal patroli baru senilai Rp86 miliar. Rencanannya kapal tersebut akan diserahkan kepada TNI AL pada November 2019.

Komisaris Utama PT Steadfast Marine Tbk Eddy Kurniawan Logam mengungkapkan, setelah diluncurkan kedua kapal tersebut akan memasuki tahap uji coba dan proses penyelesaian akhir yang dijadwalkan berlangsung selama 1,5 bulan. Untuk itu, kapal-kapal tersebut ditargetkan bisa diserahkan pada akhir November 2019.

"Kontrak kedua kapal diteken pada Januari 2019 dan kalau menurut kontak selesai 15 Desember 2019. Tapi kami optimis akhir November 2019 bisa kami serahkan," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

 Baca Juga: LRT Made In Indonesia Diproduksi Hasil Belajar dari Jepang

Eddy menjelaskan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar kedua kapal dikerjakan dengan kualitas yang baik dan waktu yang cepat. Hal itu diharapkan bisa membuat TNI AL kembali memesan kapal ke Steadfast Marine.

Selain itu, dalam membangun kedua kapal itu, Eddy menuturkan, pihaknya berupaya meningkatkan kandungan lokal. Dalam catatannya, pintu kedap air, bagian interior, hingga kabel untuk kedua kapal bertenaga masing-masing 1.900 horse power itu menggunakan produk yang dibuat di dalam negeri.

“Untuk kedua kapal ini, kami berusaha meningkatkan kandungan lokalnya," ucapnya.

 Baca Juga: Bos Adhi Karya: 4 Rangkaian LRT Buatan Inka Akan Dikirim Akhir Bulan

Sebagai informasi, PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) meluncurkan dua kapal patroli di galangan kapalnya di Pontianak, Kalimantan Barat. Kapal ini merupakan pesanan dari TNI Angkatan Laut (AL).

 Kapal Patroli

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement