nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Data Ekonomi China

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 11:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 19 320 2119001 harga-minyak-dunia-melemah-imbas-data-ekonomi-china-eSPVJ8kwhf.jpg Minyak Mentah (Reuters)

NEW YORK - Harga minyak turun tipis dikarenakan kekhawatiran akan ekonomi China. Di mana ekonomi China melebihi bullish yang diperkirakan dari sektor penyulingan.

Melansir Reuters, Sabtu (19/10/2019), harga minyak mentah Brent turun 49 sen ke USD59,42 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 15 sen ke USD53,78 per barel.

 Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik hingga 1%

Dalam laporan mingguannya, Brent telah turun 1,8%. Sementara itu WTI kehilangan 1,7%.

 Minyak Mentah

Pertumbuhan ekonomi China kuartal III-2019 melambat menjadi 6% (yoy). Hal ini dikarenakan lesunya produksi pabrik karena ketegangan perang dagang.

 Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Pasokan Desember Akan Dibatasi

Perunding perdagangan AS dan China sedang berupaya untuk membubuhkan kesepakatan perdagangan Fase 1 untuk ditandatangani presiden mereka bulan depan.

"Untuk saat ini, kekhawatiran terkait perdagangan atas jalur pertumbuhan ekonomi global yang lambat telah didorong ke sela-sela karena pasar menunggu panduan tambahan tentang negosiasi perdagangan AS-China," ujar Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

 Baca juga: Harga Minyak Anjlok di Tengah Pelemahan Ekonomi

Di Amerika Serikat, stok produk yang jatuh mengimbangi stok minyak mentah AS yang lebih tinggi USOILC = ECI, yang naik 9,3 juta barel dalam sepekan hingga 11 Oktober. Perusahaan energi AS minggu ini meningkatkan jumlah rig minyak yang beroperasi untuk minggu kedua berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Juni.

Komite teknis bersama yang memantau pakta produksi minyak global antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan para mitra menemukan bahwa kepatuhan sedang dilampaui, dengan pemotongan untuk bulan September mewakili 236% dari kuota yang disepakati, kata sumber.

OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, telah sepakat untuk membatasi produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) hingga Maret 2020.

OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2019 menjadi 0,98 juta barel per hari, sementara perkiraan pertumbuhan permintaan 2020 tidak berubah pada 1,08 juta barel per hari, kata laporan bulanan terbarunya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini