nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Tol Langit yang Bikin Lancar Jaringan Komunikasi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 08:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 19 320 2119111 fakta-fakta-tol-langit-yang-bikin-lancar-jaringan-komunikasi-Ldcz4gKHQQ.jpg Teknologi (reuters)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol langit. Di mana, peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan digital oleh Presiden Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menkominfo Rudiantara.

Jaringan internet cepat yang menghubungkan dari Merauke di kawasan Timur sampai ke Sabang di kawasan Barat Indonesia. Hal itu, merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada para operator seluler agar bisa menciptakan akses komunikasi yang lebih merata.

 Baca juga: Presiden Jokowi Bangun Tol Langit, Ini Penjelasan Kepala Bappenas

Infrastruktur tol langit yang bernama Palapa Ring tersebut dipersiapkan. Agar seluruh provider berperan menuntaskan masalah ketersediaan sinyal ke masyarakat.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (20/10/2019), Okezone merangkum fakta-fakta tol langit tersebut. Berikut faktanya.

 Palapa Ring

1. Tol Langit Bisa Perkuat Perdagangan UMKM ke Pasar Global

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, konektivitas digital harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa, untuk penguatan persatuan dan persaudaraan, dan untuk memperbaiki pendidikan.

 Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara

“Dan untuk memperkuat perdagangan kita, menghubungkan produk-produk UMKM ke jaringan pasar nasional, bahkan global,” kata Presiden Jokowi.

Namun demikian, Kepala Negara menegaskan, perkembangan teknologi digital dan konektivitas yang semakin cepat tidak boleh disalahgunakan.

“Ujaran kebencian ndak, ndak boleh dipakai untuk ini. Ini bukan untuk hal-hal yang itu. Untuk fitnah ndak, untuk hoaks ndak, untuk fake news ndak, ini yang harus dicegah,” tegas Kepala Negara.

2. Lokasi Palapa Ring Terhambat di Indonesia Timur

Terkait Palapa Ring itu, Presiden Jokowi mengatakan, memang yang paling berat, agak mundur memang di Indonesia Bagian Timur. Karena medannya, tambah Presiden, terutama di Papua, medannya sangat berat sekali, dan tidak semua yang ada di Papua menggunakan fiber optic, baik di laut maupun di darat.

“Banyak yang memakai antena besar, memakai microwave, beberapa kabupaten. Dan membawanya itu ke tempat-tempat yang ingin didirikan menaranya juga tidak mudah. Inilah kesulitan lapangan di Indonesia,” terang Presiden.

Kini setelah peresmian Palapa Ring, Presiden Jokowi berjanji akan mencek langsung kualitas sambungan internet. Kalau nanti ke Wamena, Biak, atau ke Nabire, Presiden berjanji akan cek lagi bener ndak sih ini.

“Karena kalau ke sana pasti, apa ke Rote Ndao di NTT juga ininya komplainnya, keluhan dari masyarakat. Pak, ini di sini lemot banget Pak. Ya ini mau saya coba, bener ndak laporannya Pak Menteri,” ungkap Presiden Jokowi.

3. Bedanya Tol Langit dan Palapa Ring

Kata-kata tol langit diucapkan oleh wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin. Dirinya mengatakan, Jokowi telah membangun 'tol langit' guna mendorong lahirnya perusahaan startup unicorn yang memiliki nilai valuasi lebih dari USD1 miliar di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro memberikan penjelasan. "Banyak yang mempertanyakan apa sih maksudnya tol langit? Tol langit tuh simpel, sesuatu yang berkaitan dengan teknologi informasi, komunikasi. Kan semuanya memang lewat langit. Satelit ada di langit. Satelit enggak ada di bawah laut," ujarnya.

Dia mencontohkan, Palapa Ring itu fisiknya, tapi dampak kehadiranya membuat lancar hubungan komunikasi. Oleh karena itu, proyek Palapa Ring Barat, Tengah, Timur harus selesai tahun ini.

"Kalau terjadi ini bakal jadi backbone yang kita jadi lebar. Komunikasi jadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih penting menunjang kesaiapan kita menghadapi industri 4.0. Jadi untuk mencapai industri 4.0, selain menyiapkan SDM, jangan lupa menyiapkan infrastrkturnya. Jangan sampai SDM sudah jago-jago kemudian infrastrukturnya tidak memadai,” tuturnya.

4. Indonesia Harus Waspada Jangan Sampai Negara Lain Manfaatkan Tol Langit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar masyarakat berhati-hati karena perilaku manusia bisa diambil dari sini. Perilaku bangsa Indonesia, lanjut Presiden, bisa ketahuan, perilaku satu kabupaten, satu provinsi, atau satu negara bisa ketahuan dari sini.

Jokowi menambahkan bahwa hal itu bisa dilakukan dengan sangat mudah, bisa real time. “Riset pasar, orang Papua senangnya apa tahu, Maluku senangnya apa tahu, orang Kalimantan senangnya apa tahu, orang Jawa senangnya apa tahu dari sini, sehingga gampang, apa yang harus saya jual ke sebuah provinsi, apa yang harus saya jual ke sebuah kabupaten,” terang Kepala Negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini