JAKARTA - Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Timur dinilai sebuah rencana yang sudah dipikirkan dengan matang dan bukanlah rencana yang datang secara tiba-tiba. Bahkan sudah dilakukan kajian sejak tahun 2017.
Saat ini pemerintah pun sudah menunjuk McKinsey & Company untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibu kota dari kota Jakarta menuju Kalimantan.
Baca Juga: Bappenas Tampung Permintaan Warga Dayak Lahan 5 Ha Tiap Keluarga
Namun, sebelum mulai 'pindah-pindah', terjadi kerusuhan di Penajam Paser Utara dan permintaan warga Dayak. Berikut Okezone merangkum, fakta-fakta terkini soal Pemindahan Ibu Kota Baru, Jakarta, Sabtu (19/10/2019):
1. Pemerintah Bayar McKinsey Rp25 Miliar untuk Studi Ibu Kota Baru
Unit konsultan manajemen Indonesia McKinsey & Company telah ditunjuk untuk melakukan studi kelayakan terkait pemindahan ibukota dari kota Jakarta menuju Kalimantan. Studi ini akan membahas mengenai masalah-masalah terkait pemindahan ibukota.
Baca Juga: Kerusuhan Penajam Tak Hambat Pembangunan Ibu Kota Baru
Hingga saat ini, pemindahan ibu kota telah memicu banyak pertanyaan termasuk bagaimana rencana itu akan dibiayai dan dampak lingkungannya. Pemerintah memperkirakan akan menelan biaya USD33 miliar untuk memindahkan ibu kota dan membangun kantor dan perumahan pemerintah.
Sementara menurut Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rudy Soeprihadi, McKinsey Indonesia akan mengambil studi awal pemerintah tentang masalah-masalah termasuk dampak sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi.
“Mereka tidak akan mulai dari nol karena kami telah melakukan banyak penelitian. Mereka akan menentukan strategi ke depan itu sebabnya kami mencari konsultan kelas dunia," ujarnya.
