nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penggunaan Air Tanah Berlebihan Buat Jakarta Tenggelam? Ini Faktanya!

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 06:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 19 470 2119082 penggunaan-air-tanah-berlebihan-buat-jakarta-tenggelam-ini-faktanya-Ra9vQb30ir.jpg Ilustrasi Jakarta (Okezone)

JAKARTA - Permukaan tanah di daerah Jakarta dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Bahkan hal ini dapat mengancam tenggelamnya Jakarta akibat penurunan permukaan tanah tiap tahunnya.

Salah satu yang menyebabkan terjadinya penurunan ini adalah penggunaan air tanah yang dilakukan secara terus menerus. Berikut fakta-fakta mengenai penggunaan air tanah Jakarta seperti dirangkum Okezone, Minggu (20/10/2019).

 Baca juga: Fakta-Fakta Air Laut 'Menyusup' ke Monas, Air Tanah Tidak Bisa Lagi Digunakan

Ilustrasi Banjir

1. Tiap Tahun Permukaan Tanah Turun 12 Meter

Jakarta akan tenggelam dalam waktu ratusan tahun mendatang. Tentunya dengan catatan jika penggunaan air tanah tetap diambil dan digunakan secara terus menerus.

Berdasarkan data, catatan tertinggi penurunan permukaan tanah di wilayah Jakarta Utara setiap tahunnya mencapai 12 centimeter. Jika diasumsikan selama 10 tahun, maka artinya ada penurunan permukaan tanah hingga 120 centimeter atau 1,2 meter.

 Baca juga: Kota Lama Semarang Ditata Ulang, Netizen: Lebih Rapih

2. Penggunaan Air Tanah Berlebihan

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Sunendar mengatakan, berlebihnya penggunaan air di dalam tanah membuat permukaan tanah ikut tergerus dan turun.

Jakarta sendiri masih bergantung pada air tanah sebagai sumber air bersih. Sedangkan baru 40% yang menggunakan air dari PDAM ataupun sumber air lainnya.

3. Daerah Serapan Air Kian Padat

Sudah padatnya daerah serapan air membuat kondisi air tanah tidak begitu seimbang. daerah resapan air yang berada di kawasan Jabodetabek berada di daerah Depok. Namun, saat ini daerah Depok sudah dipenuhi oleh bangunan rumah maupun pusat komersil.

Pemerintah rencananya akan membangun sumur-sumur resapan air lagi untuk mengisi ulang cadangan air tanah yang terus dikuras.

 Ilustrasi Banjir

4. Beratnya Beban Permukaan Tanah


Faktor penurunan permukaan tanah juga diakibatkan oleh beban permukaan tanah yang terlalu berlebih akibat dibangunnya banyak bangunan pencakar langit. Dengan begitu beban permukaan tanah semakin berat dan membebani lapisan di bawahnya.

Upaya lain yang akan dilakukan adalah dengan membatasi izin penderian bangunan hingga penggunaan air bersih kepada beberapa perusahaan swasta maupun pelaku industri.

5. Imbau Masyarakat Manfaatkan Air PDAM

Pihak Kementerian ESDM menghimbau agar seluruh masyarakat Jakarta memanfaatkan air permukaan tanah yang diolah oleh PDAM. Air ini berasal dari air permukaan tanah, seperti sungai hingga waduk.

Namun, saat ini masih sangat minim warga Jakarta yang menggunakan air bersih dari PDAM. Tak hanya itu, PDAM sendiri hanya bisa menyuplai sekitar 40% untuk kebutuhan air bersih di Jakarta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini