Harapan Pengusaha hingga Buruh ke Jokowi-Ma'ruf

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 21 320 2119533 harapan-pengusaha-hingga-buruh-ke-jokowi-ma-ruf-GbDA9W3AKF.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

Bahkan beberapa lembaga keuangan internasional pun melakukan revisi pada perekonomian global. Beberapa negara juga sudah terkena dampak dan mengalami resesi ekonomi karena perang dagang.

"Tentunya kita berharap segala sesuatu itu supaya lebih akurat lebih efisien segala sesuatu bisa lebih cepat dalam penyusunan dan pengambilan keputusan itu kan yang kita harapkan dengan situasi global yang tidak menentu dan cenderung resesi," ujarnya.

Baca Juga: Mimpi Jokowi di 2045, RI Jadi Negara Maju dengan PDB USD7 Triliun

- Perbaikan pengupahan, lapangan kerja hingga peningkatan kemampuan pekerja

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat menyatakan, pihak buruh ingin lebih dilibatkan dalam membuat aturan pengupahan. Menurutnya, menetapkan aturan tersebut butuh mendapatkan masukan lebih dahulu dari pandangan buruh, sehingga tidak serta-merta bisa diputuskan berdasarkan pandangan pemerintah.

Momentum Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin di Komplek Parlemen

Hal itu terkait penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No.78/2015 tentang Pengupahan, yang dianggap mencabut hak serikat buruh untuk berunding dengan pemerintah dan pengusaha (tripartit) dalam menentukan upah minimum, kini hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Harapan kami bisa dilibatkan secara maksimal, bukan untuk ngerecokin atau ikut campur buat menghalang-halangi, kami pastikan justru cari solusi harus bersama-sama yang nyaman bagi pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Walaupun pengusaha merasa berat, menyebut upah semakin tinggi. Jadi kami siap duduk bersama untuk cari jalan keluar," jelas Mirah kepada Okezone.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini